Berau Gelar Rakor Ekonomi Kreatif, Perkuat Peran Ekraf dalam Pembangunan Daerah

diterbitkan: Kamis, 30 Oktober 2025 01:29 WITA
Sesi foto bersama usai pelaksanaan Rakor Ekonomi Kreatif di Ballroom Hotel Grand Parama

BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menggelar  Rapat Koordinasi (Rakor) Ekonomi Kreatif bertema “Berau Menuju Kota Kreatif” di Ballroom Hotel Grand Parama pada Selasa (28/10/2025) lalu.

Rakor tersebut bertujuan untuk  memperkuat peran sektor ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah. Dalam kegiatan itu, Disbudpar Berau menghadirkan dua narasumber, yakni Galih Sedayu, Pendiri dan Pimpinan Yayasan Semesta Kota, serta Putri Khaira Ansuri, Pejabat Pemasaran dan Public Relations Yayasan Semesta Kota, Bandung.

Baca juga  Realisasi Investasi Berau Capai Rp7,4 Triliun di Triwulan III 2025, Berhasil Lampaui Target yang Ditetapkan

Ketua Panitia Pelaksana, Nurjatiah mengatakan bahwa kegiatan rakor tersebut dilaksanakan untuk menyatukan persepsi, memperkuat kolaborasi lintas OPD, serta membangun ekosistem kreatif yang produktif di Bumi Batiwakkal.

“Hasil pembahasan dari Rakor ini akan ditindaklanjuti sebagai rencana aksi. Targetnya bisa dilaksanakan di 2026 nanti,” beber Nurjatiah yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Usaha Jasa Sarana Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar.

Baca juga  Pemkab Berau Siapkan Strategi untuk Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Pemangkasan TKD dan Efisiensi Anggaran

Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif di Bumi Batiwakkal. Dia memastikan, ekonomi kreatif bukan sekadar ide atau kreativitas, tetapi kemampuan menghasilkan nilai ekonomi nyata.

“Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri sangat erat kaitannya. Untuk membangun sektor pariwisata, kita juga harus berbarengan dengan pembangunan ekonomi kreatif,” tutur Ilyas.

Baca juga  Pemkab Berau Beri Pelatihan Budidaya Lele Ember, Pelajar SMA/Sederajat jadi Targetnya

Dia menekankan,  setiap daya tarik perlu diisi oleh aktivitas ekonomi kreatif agar mampu menggerakkan perekonomian lokal. “Ekonomi kreatif ialah kreativitas yang menghasilkan. Jika kreativitas itu tidak menghasilkan nilai ekonomi, maka belum dapat disebut ekonomi kreatif,” tutupnya. (adv)

 

Bagikan:
Berita Terkait