NUSANTARA TERKINI – Ambisi besar Kabupaten Berau untuk mematok target tinggi dan tampil kompetitif pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur kini membentur dinding persoalan pembiayaan.
Di tengah ritme latihan atlet yang kian intensif, kebutuhan anggaran Porprov Berau melambung tinggi dan belum sanggup ditutupi sepenuhnya oleh alokasi dana pemerintah daerah.
KONI Kabupaten Berau mengkalkulasikan sedikitnya dibutuhkan suntikan dana segar minimal Rp10 miliar. Besarnya estimasi biaya tersebut berbanding lurus dengan gemuknya jumlah Kontingen Berau yang telah lolos tahapan verifikasi, yakni mencapai 800 orang—dengan rincian 711 orang atlet berprestasi serta sisanya diisi oleh pelatih, official, dan tim medis pendukung.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, menjelaskan bahwa untuk mengamankan predikat juara, persiapan atlet tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. Selain pemusatan latihan terpusat (Training Center/TC) ideal selama tiga bulan, para atlet wajib menguji mental dan kemampuan fisik lewat agenda uji tanding (try out) ke luar daerah.
“Kalau kita mau juara, butuh kerja keras, disiplin, dan uji coba ke luar untuk mengukur sejauh mana kemampuan atlet kita. Kebutuhan operasional seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga uang saku untuk 800 anggota kontingen ini membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit,” tegas Taupan.
Replikasi Skema Swasta Porprov Kutim 2018
Menyadari keterbatasan kemampuan kas daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau yang belum sanggup memenuhi seluruh estimasi Rp10 miliar tersebut, KONI Berau bergerak cepat menyiapkan skema penyelamatan. Pihaknya menegaskan tak ingin persiapan atlet terganggu hanya karena dinamika ketersediaan anggaran.
Taupan menggarisbawahi bahwa ketergantungan penuh pada APBD harus segera dikikis melalui terobosan kemitraan strategis bersama sektor privat.
“Kita tidak bisa hanya berharap pada pemerintah daerah. Karena itu, kami mulai menyusun langkah alternatif untuk melibatkan kalangan swasta dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Berau,” ujanya.
Pola penggalangan dana dari pihak ketiga ini, lanjut Taupan, bukanlah barang baru. Skema serupa pernah terbukti sukses diterapkan saat Kabupaten Berau memboyong kontingennya bertanding pada perhelatan Porprov Kaltim di Kutai Timur pada tahun 2018 silam.
“Kami akan mengundang pimpinan perusahaan swasta di Berau untuk duduk bersama dan berpartisipasi aktif menutupi kekurangan anggaran ini, sebagaimana yang pernah kita lakukan dengan sukses di Porprov Kutim 2018 lalu,” tambah Taupan.
Penunjukan Sekda Dipercaya Perkuat Amunisi Kontingen
Langkah taktis KONI Berau untuk merangkul perusahaan swasta mendapat angin segar dengan resminya penunjukan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau sebagai Ketua Tim Kontingen.
Masuknya Sekda di pucuk pimpinan kontingen dinilai sebagai figur sentral yang sangat strategis. Kehadiran Sekda dipercaya mampu memperkuat rantai koordinasi lintas instansi pemerintah, sekaligus meningkatkan daya tawar (bargaining position) daerah dalam menjaring kepedulian Corporate Social Responsibility (CSR) dari korporasi swasta di Bumi Batiwakkal.
Ketersediaan anggaran yang terjamin diyakini menjadi pilar utama dalam menjaga kestabilan psikologis dan kualitas persiapan para atlet, yang pada akhirnya menjadi tolok ukur utama dalam merealisasikan target perolehan medali emas di Porprov Kaltim mendatang.(*)






