Bupati Berau Minta Pelaku Kerajinan Anyaman dan Manik Berinovasi, Perhatikan Perkembangan Pasar

diterbitkan: Rabu, 3 Desember 2025 03:54 WITA
Masyarakat pengrajin anyaman rotan dan manik-manik khas Berau (IST)

BERAU – Kerajinan anyaman dan manik-manik di Berau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu produk oleh-oleh khas Berau. Namun menurut Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, kerajinan-kerajinan tersebut harus bisa berinovasi dan melihat perkembangan pasar saat ini.

“Sudah banyak buktinya, kalau souvernir anyaman dan manik-manik itu diminati wisatawan. Terlebih wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Berau. Artinya kan, produk kita punya daya tarik internasional,” terang Bupati.

Baca juga  Lewat Bupati Cup 2025, Wabup Berau Ingin Prestasi Sepak Bola Bumi Batiwakkal Kembali Berjaya

Dia menyebut, anyaman dan manik-manik adalah salah satu contoh produk warisan budaya yang sudah lama mengakar di masyarakat Bumi Batiwakkal. Karenanya, pengembangan kerajinan lokal harus dilakukan tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khas daerah.

Meski demikian, para pengrajin tidak boleh menolak perkembangan zaman. Untuk memastikan produk mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas, inovasi tetap perlu dilakukan. Dia menambahkan, dengan inovasi yang tepat, produk anyaman dan manik khas Berau bisa menembus pasar nasional hingga internasional.

Baca juga  Diskoperindag Berau Gelar Pelatihan Keamanan Pangan, Pastikan Produk UMKM Bisa Diterima Pasar

Dia menjelaskan, bahwa hasil kerajinan tangan yang diolah masyarakat Berau tidak terlepas dari kombinasi antara kekayaan alam, warisan budaya yang kuat, serta keterampilan tangan yang terasah secara turun-temurun.

“Produk-produk inilah yang kemudian berhasil menarik minat pasar internasional karena keasliannya dan nilai artistiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengungkapkan, pihaknya rutin memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku IKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengembangan desain, hingga strategi pemasaran digital.

Baca juga  Penerapan Tumpang Sari dalam Perkebunan Kakao dan Jagung Berhasil Tingkatkan Hasil Produksi

“Produk-produk ini sudah banyak diminati, bukan hanya oleh wisatawan lokal, tapi juga mancanegara. Tantangan kita adalah bagaimana para perajin bisa menyesuaikan diri dengan tren pasar, tapi tetap mempertahankan ciri khas lokal,” tutupnya. (adv)

 

Bagikan:
Berita Terkait