BERAU – Musik panen tanam kedua yang berlangsung sekitar bulan September 2025 lalu menunjukkan tren perkembangan yang positif. Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, serapan gabah yang berhasil diperoleh dari wilayah Buyung-Buyung mencapai 700 ton.
Dia menambahkan, hal tersebut bisa menjadi sinyal positif untuk upaya ketahanan pangan sekaligus perekonomian masyarakat Bumi Batiwakkal. Angka 700 ton yang ia sebutkan itu hanya dari Buyung-Buyung, belum termasuk dari wilayah-wilayah lain yang ada di Bumi Batiwakkal.
“Kalau seluruh wilayah trennya positif seperti Buyung-Buyung, stok beras dari pertanian lokal di Berau bisa untuk mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan,” tuturnya.
Gamalis juga memaparkan adanya peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya. Ia menjelaskan, dari Januari hingga Juni 2025, total serapan gabah hanya sekitar 388 ton. Namun dalam waktu kurang dari sebulan, hasil panen kedua justru melonjak hingga hampir dua kali lipat.
“Jika dilihat serapan pada semester pertama tahun 2025, sampai bulan Juni itu hanya mencapai 388 ton. Tapi ini dalam waktu tiga pekan, hasilnya sudah mencapai 700 ton,” tambahnya.
Menurutnya, peningkatan semangat petani merupakan modal penting bagi kemandirian pangan daerah. Ketersediaan gabah tidak hanya menjaga pasokan beras, tetapi juga memberi dampak langsung pada perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Namun hal ini bukan semata-semata pencapaian Pemkab Berau atau petani saja. Gamalis menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Peran Bulog, TNI, mitra usaha pangan, hingga perangkat daerah dinilai sangat membantu memperkuat sektor pertanian.
Karenanya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung para petani. Menurutnya, kerja sama yang terjalin menjadi salah satu kunci keberhasilan di tengah tantangan ekonomi. (adv)






