BERAU – DPRD Berau kembali memberikan perhatian serius terhadap pola komunikasi yang terjadi antar tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Berau. Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga mengingatkan komunikasi adalah kunci utama, dan punya peran penting dalam pelaksanaan setiap kebijakan.
Dia menjelaskan, bahwa komunikasi yang tidak kuat hanya akan memberikan kesalahpahaman, dan misinformasi yang berdampak pada output dari rencana dan kebijakan yang sudah disiapkan.
“Contohnya, instansi ini bilangnya A. Sementara yang lain menyampaikan B. Pasti ada dampak yang tidak baik kalau seperti it uterus,” ucap Saga.
Saga menekankan bahwa saat ini tantangan terbesar pemerintah tidak hanya mencakup pelaksanaan program pembangunan. Tapi juga bagaimana memastikan distribusi informasi ke masyarakat jelas, dan tidak simpang siur.
Dia menambahkan, komunikasi yang seragam merupakan hal yang sangat penting dalam upaya menjaga kepercayaan publik. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih mengoptimalkan penggunaan media massa agar penyebaran informasi tidak hanya luas, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terlebih di tengah perkembangan zaman yang sudah terpapar teknologi, peluang untuk terjadinya disinformasi juga semakin besar. Untuk itu, kanal-kanal informasi milik lembaga pemerintah harus menjadi corong utama yang bisa dipercaya masyarakat.
“Bukan sebatas menyampaikan program, tapi informasi apapun harus disampaikan dengan jelas dan benar, lewat fasilitas resmi,” sambungnya.
Dia berharap, pemerintah bisa menerapkan strategi komunikasi yang tidak hanya sebagai formalitas, namun juga benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakaty luas. (adv)






