NUSANTARA TERKINI – Komando Distrik Militer (Kodim) 0902/Berau secara resmi memulai aksi penghijauan besar-besaran di wilayah Kabupaten Berau.
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Sei Bebanir Bangun ini merupakan bagian dari target ambisius penanaman satu juta pohon di seluruh lingkup Kodam VI/Mulawarman. Senin (04/05/26)
Dandim 0902/Berau Letkol Inf Muhammad Faisal Idris menjelaskan bahwa pemilihan jenis pohon dalam kegiatan ini tidak dilakukan sembarangan.
“Setidaknya ada 2.000 bibit yang ditanam di wilayah Berau dengan komposisi tanaman yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi bagi masyarakat,”jelasnya.
Adapun jenis pohon yang menjadi prioritas meliputi pohon ulin yang merupakan kayu endemik Kalimantan, pohon keras untuk perbaikan struktur tanah, serta berbagai jenis pohon buah-buahan.
Kombinasi ini diharapkan tidak hanya menghijaukan lahan, tetapi juga memberikan hasil nyata yang bisa dinikmati warga di masa depan.
Menjaga Ekosistem di Tengah Cuaca Panas
Kondisi suhu udara di Kabupaten Berau yang cenderung panas menjadi alasan utama percepatan program penghijauan ini.
Penanaman pohon ulin dan pohon keras diharapkan dapat berfungsi sebagai peneduh alami sekaligus menjaga cadangan air tanah di lingkungan sekitar.
“Tujuan penanaman pohon ini untuk menjaga ekosistem khususnya di wilayah Berau, karena di sini kan panas,” ucapnya.
Selain penanaman flora, aksi peduli lingkungan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan burung ke alam liar. Langkah ini diambil untuk memastikan ekosistem fauna tetap terjaga seiring dengan perbaikan habitat melalui penanaman pohon-pohon baru tersebut.
Komitmen Keberlanjutan TNI
Program penanaman 2.000 pohon di Berau ini hanyalah langkah awal dari target yang lebih besar. Kodim 0902/Berau berkomitmen untuk terus memetakan lokasi-lokasi kritis atau wilayah yang membutuhkan penghijauan tambahan di masa mendatang.
Pihak TNI menegaskan akan selalu mendukung program pemerintah pusat yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.
Sinergi antara penghijauan dan pemberdayaan masyarakat melalui tanaman produktif menjadi kunci keberlanjutan program ini.
Kegiatan penghijauan ini dipastikan akan terus berlanjut ke wilayah-wilayah lain di Bumi Batiwakkal yang dinilai memiliki potensi untuk ditanami bibit produktif serupa.
“Kita akan melihat lokasi-lokasi yang berpotensi untuk ditanami. Selama itu bermanfaat, pasti akan kita dukung,” pungkasnya.(Ika/NT)






