Efek Jembatan Sei Nibung, Wisata Biduk-Biduk Kedatangan 15 Ribu Wisatawan

diterbitkan: Jumat, 3 April 2026 08:07 WITA
Wisatawan BIdukbiduk
Wisatawan saat menunggu penyeberangan di Dermaga Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk, Berau. ( Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Lonjakan drastis kunjungan wisatawan melanda kawasan pesisir Kabupaten Berau sepanjang libur Lebaran 1447 Hijriah.

Kehadiran infrastruktur baru jembatan menjadi pemicu utama membludaknya arus kedatangan warga ke destinasi unggulan tersebut.

Tercatat sebanyak 15.238 orang memadati berbagai objek wisata di Kecamatan Biduk-Biduk selama libur lebaran lalu.

Namun tingginya animo masyarakat ini justru mengungkap fakta keterbatasan fasilitas akomodasi yang tersedia di lapangan.

Antrean Panjang di Danau Labuan Cermin

Data dari dinas terkait menunjukkan bahwa Danau Labuan Cermin masih menjadi magnet utama dengan kunjungan mencapai 9.594 orang.

Baca juga  Gelar Tradisi Tulak Bala, Wabup Berau Ajak Jaga Warisan Budaya Leluhur

Selain itu destinasi Pulau Kaniungan dan Air Terjun Nyalimah juga mencatat ribuan pengunjung dalam waktu singkat.

Sekretaris Disbudpar Berau Samsiah menjelaskan bahwa kemudahan akses jalur darat dari Kutai Timur menjadi faktor penentu.

Beroperasinya Jembatan Sei Nibung membuat mobilitas wisatawan dari luar daerah menjadi jauh lebih masif dari sebelumnya.

Pilihan jalur transportasi yang kini semakin beragam baik darat maupun laut memberikan keleluasaan bagi para pelancong. Hal ini membuat pergerakan menuju titik wisata di wilayah pesisir tidak lagi terhambat kendala geografis.

Baca juga  Resmikan Mal Pelayanan Publik, Bupati Berau: Ini One Stop Service

Memang sudah kami perkirakan akan terjadi peningkatan kunjungan karena akses menuju Biduk-Biduk semakin terbuka, ujar Samsiah.

Krisis Kamar Penginapan Menjadi Evaluasi

Kondisi menggembirakan dari sisi angka kunjungan ternyata berbanding terbalik dengan kesiapan sarana penginapan lokal. Saat ini hanya tersedia sekitar 78 unit akomodasi dengan total kapasitas kurang lebih 780 kamar saja.

Pada puncak liburan seluruh kamar yang tersedia dilaporkan terisi penuh hingga tidak menyisakan ruang bagi pendatang baru.

Baca juga  Meninggal Dunia dan Terjerat Kasus, Enam Kampung di Berau Segera Gelar PAW April 2026

Fenomena unik muncul saat warga setempat mulai membuka rumah pribadi mereka sebagai tempat menginap dadakan.

Pemerintah daerah mengakui bahwa situasi ini menjadi tantangan serius dalam menjaga kenyamanan para wisatawan ke depan.

Penambahan fasilitas penunjang seperti area glamping dan penyewaan tenda kini mulai direncanakan untuk musim libur panjang berikutnya.

Kalau sebenarnya mau bertanya ke warga atau pengelola masih bisa diarahkan ke alternatif penginapan termasuk rumah warga, pungkas Samsiah.(*/Andrikni/NT)

Bagikan:
Berita Terkait