Israel Resmi Serang Iran, Ibu Kota Iran Diserang Rudal

diterbitkan: Sabtu, 28 Februari 2026 04:25 WITA
Foto: Sejumlah gedung di ibu kota iran terpantau mengeluarkan asap tebal, Sabtu (28/2/25)

INTERNASIONAL– Serangan Israel terhadap Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi datang bersamaan dengan pengumpulan armada besar pesawat tempur dan kapal perang oleh Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memberi tekanan kepada Iran agar menuntaskan kesepakatan nuklir dengan Washington DC.

Menanggapi serangan, pejabat Iran yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa Teheran tengah mempersiapkan balasan. “Respons Iran akan menghancurkan,” kata pejabat tersebut kepada Reuters, sehingga menunjukkan potensi eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Baca juga  Stok Beras Nasional Aman hingga 10 Bulan ke Depan

Selain itu, Israel menutup seluruh ruang udara untuk penerbangan sipil pascaserangan dan sirene darurat berbunyi di Yerusalem.

“Menyusul perkembangan keamanan, saya memerintahkan direktur otoritas penerbangan sipil Israel menutup ruang udara negara ini untuk semua penerbangan sipil,” ujar Menteri Perhubungan Israel Miri Regev melansir Euro News dan Beritasatu.com

Pada sisi lain, Iran juga menutup ruang udaranya hingga pemberitahuan lebih lanjut setelah terjadi beberapa ledakan di Teheran dan wilayah lain.  

Baca juga  Nyawa Atlet Terancam, Iran Tegaskan Tidak Akan Ikut Piala Dunia 2026

“Seluruh ruang udara negara ditutup sampai pemberitahuan selanjutnya,” kata Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran sebagaimana dilaporkan oleh Tasnim News Agency.

Media Iran melaporkan, serangan terjadi di berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk kota-kota besar seperti Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Beberapa ledakan dilaporkan terdengar di berbagai lokasi, menunjukkan bahwa operasi udara Israel dan AS menyasar lebih dari satu titik strategis di Iran.

Baca juga  Target Retribusi Daerah Kaltara 2024 Belum Tercapai, Bapenda Minta Evaluasi

Situasi ini memicu kekhawatiran internasional akan kemungkinan konflik lebih luas di Timur Tengah. Pemerintah Israel dan AS menegaskan bahwa serangan bersifat preemptive, tetapi pihak Iran bersiap memberikan respons militer yang disebut sebagai balasan menghancurkan.(*)

Topik: , ,
Bagikan:
Berita Terkait