Izin Belum Keluar, Dinkes Pastikan Tidak Ada Rekrutmen Nakes dalam Waktu Dekat

diterbitkan: Selasa, 24 Februari 2026 07:40 WITA
RSUD Baru Berau
Foto/istimewa: Tampak udara gedung RSUD Tanjung Redeb di Jalan Sultan Agung.

NUSANTARA TERKINI – Kabar pembukaan rumah sakit baru di Kabupaten Berau sempat memicu harapan adanya lapangan kerja baru bagi tenaga kesehatan. Namun Dinas Kesehatan memastikan pintu rekrutmen pegawai belum akan dibuka dalam waktu dekat.

Koordinator Perizinan Fasilitas Kesehatan Dinas Kesehatan Berau Ratna Latif menegaskan operasional awal rumah sakit tidak menggunakan tenaga baru. Pihaknya masih menunggu rekomendasi resmi dari Kementerian Kesehatan sebelum membuka lowongan.

Untuk mengisi kekosongan formasi Ratna menyebut akan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada. Tenaga kesehatan bakal ditarik dari fasilitas kesehatan yang sudah beroperasi sebelumnya, Selasa (24/2/2026).

Baca juga  KPU PPU Sahkan Mudyat Noor dan Abdul Waris Muin Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

“Rekrutmen tenaga kesehatan dilakukan setelah rumah sakit divisitasi oleh tim teknis. Rekrutmen itu nanti kan setelah kami divisitasi di awal untuk kelayakan operasionalnya,” jelas Ratna.

Kebutuhan tenaga kesehatan untuk operasional awal diperkirakan tidak sampai 100 orang. Formasi yang diperlukan meliputi tenaga teknologi informasi, rekam medis, hingga tenaga medis pendukung.

Alat Siap, Layanan Terbatas

Baca juga  Tiga Nelayan yang Dikabarkan Hilang di Perairan Derawan, Akhirnya Pulang Dengan Selamat

Meski rekrutmen tertahan Ratna memastikan kesiapan alat kesehatan sudah sangat matang. Pengadaan alat telah rampung sejak tahun lalu melalui Anggaran Belanja Tambahan 2025 dan uji fungsi sudah dilakukan pekan lalu.

Layanan rumah sakit di tahap awal juga dipastikan terbatas karena belum turunnya izin penuh. Kemungkinan besar baru ada tiga layanan spesialis yang bisa diakses masyarakat sembari menunggu visitasi akreditasi.

Baca juga  Libur Lebaran untuk Anak Sekolah Dimajukan jadi 21 Maret

Proses penilaian kelayakan operasional ini akan mencakup berbagai aspek mulai dari sarana fisik hingga standar pelayanan. Ratna meminta masyarakat dan calon pelamar bersabar karena tahapan ini mutlak harus dilalui.

“Jadi untuk spesialis mungkin belum banyak seperti yang kita rencanakan di awal karena belum ada rekomendasi dari Kemenkes. Berbagai hal mulai dari pelayanan sampai yang lain ya pokoknya banyak aspek yang dinilai,” tutupnya.

 

Bagikan:
Berita Terkait