NUSANTARA TERKINI – Citra petugas kebersihan yang hanya identik dengan sapu lidi dan serobok konvensional perlahan mulai diubah oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
Guna mendongkrak efektivitas kerja sekaligus menjamin keselamatan ekstra di lapangan, Pasukan Merah Putih—sebutan pasukan oranye di Kukar kini resmi dibekali dengan jajaran armada modern, termasuk truk scallop atau (skylift) hidrolik setinggi 18 meter.
Langkah peremajaan teknologi kebersihan ini dikombinasikan dengan pembagian ratusan set seragam kemeja taktis lapangan dan sepatu pengaman (safety shoes) PDL. Penyerahan fasilitas mutakhir ini dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di kawasan Taman Ulin, Tenggarong, Minggu (24/5/2026).
Sentuhan Teknologi untuk Medan Berbahaya
Selama ini, pekerjaan pemangkasan ranting pohon yang rimbun dan pembersihan fasilitas publik di area tinggi sering kali mengabaikan aspek keselamatan karena keterbatasan alat. Petugas terpaksa memanjat secara manual yang rawan memicu kecelakaan kerja fatal.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kab. Kukar, Slamet Hadi Rahardjo, menjelaskan bahwa pengadaan 1 unit truk skelep 18 meter ini sengaja dihadirkan sebagai solusi stimulasi pemangkasan pohon dan sterilisasi area tinggi secara aman.
“Selain sarana makro, kami juga menyerahkan bantuan alat kerja penunjang efisiensi berupa 1.002 sapu taman, 702 sapu lidi daun kelapa, 361 buah sekop, dan 215 liter bahan kimia pemunah rumput.

Perlindungan fisik berupa 872 kemeja taktis, celana taktis, dan sepatu safety juga wajib dipakai untuk meminimalisir risiko cedera di jalan raya,” urai Slamet Hadi Rahardjo.
Tidak hanya urusan estetika kota, program modernisasi ini menyasar tata kelola sampah lingkungan dengan diluncurkannya 1 unit kendaraan bermotor roda tiga jenis KIAR serta 22 unit Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 3 warna berbahan plat besi tebal.
TPS inovatif ini dipasang untuk menstimulasi dan mengedukasi warga Tenggarong agar mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
Distribusi 860 Personel Penjaga Estetika Daerah
Berdasarkan data berkas DLHK Kukar, kekuatan Pasukan Merah Putih yang menerima modernisasi fasilitas ini mencapai 860 personel Tenaga Harian Lepas (THL). Seluruhnya terbagi ke dalam klaster tugas spesifik demi menjaga kebersihan di wilayah perkotaan hingga kecamatan penyangga.
Peta distribusi kerja tersebut meliputi 344 orang penyapu jalan, 115 orang penyapu taman, 94 kru truk sampah, 20 operator gerobak motor, 78 pembersih makam, 50 petugas parit, 44 operator mesin rumput, 16 petugas TPA, 27 mandor, serta 14 personel Satpam pengaman aset.
Sebagian personel juga ditempatkan di lima kecamatan luar Tenggarong, yakni Muara Jawa (16 orang), Samboja (9 orang), Muara Badak (8 orang), Kota Bangun (6 orang), Tenggarong Seberang (5 orang), dan Sanga-Sanga (4 orang).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pemenuhan hak pengamanan kerja (K3) bagi para THL merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah atas keringat mereka yang menjaga wajah Kukar tetap bersih dan sehat. Ia berjanji akan mengawal eksistensi korps pekerja lapangan ini agar terus mendapatkan fasilitas yang layak dari daerah.
“Terimakasih atas dedikasi kerja keras yang selama ini dilakukan bapak ibu sekalian pasukan merah putih. Di kesempatan baik ini marilah etam saling menguatkan lagi kekompakan etam, bergerak bersama-sama ikuti komando pimpinan. Saya titip pesan kalau ada masalah atau ada alat yang kurang, segera sampaikan agar langsung kita penuhi,” pungkas Aulia menggunakan sapaan khas lokal Kukar.(*)






