NUSANTARA TERKINI – Cuaca panas ekstrem melanda Kabupaten Berau selama beberapa waktu terakhir. Bahkan beberapa hari terakhir, suhu di Berau mencapai 26-27 derajat celcius. Dengan suhu tersebut, Berau pun menjadi salah satu daerah terpanas di Indonesia.
Panasnya cuaca di Berau membut Pemkab Berau meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga bencana kebakaran di kawasan permukiman masyarakat.
Wakil Bupati Berau, Gamalis mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan terhadap potensi api di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau masih berlangsung.
Menurutnya, suhu panas berkepanjangan membuat vegetasi hutan dan lahan menjadi sangat kering sehingga api mudah menyebar apabila terjadi pembakaran terbuka. Dia menerangkan, dengan cuaca yang panas, api berpotensi lebih cepat menyebar, dan tentu akan memberikan dampak yang lebih besar yang bisa merugikan banyak pihak.
“Jadi saya imbau masyarakat yang punya aktivitas di kebun untuk menghindari kegiatan pembakaran lahan,” kata dia.
Wakil Bupati mengingatkan, dalam berhadapan dengan potensi kebakaran, pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian besar, baik bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Karena itu, dia meminta masyarakat tidak membakar lahan, termasuk ketika hendak melakukan pembersihan terhadap lahan pertanian dan perkebunan.
“Sementara ini kita pakai cara yang manual saja. Karena kalau cuacanya panas begini, potensinya bisa lebih besar,” tutupnya. (adv)





