Jadi Salah Satu Daerah Terpanas di Indonesia, Pemkab Berau Siaga Karhutla dan Kebakaran Permukiman

diterbitkan: Selasa, 19 Mei 2026 01:12 WITA
BPBD dan Tim Gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau (Dok: BPBD Berau)

NUSANTARA TERKINI – Cuaca panas ekstrem melanda Kabupaten Berau selama beberapa waktu terakhir. Bahkan beberapa hari terakhir, suhu di Berau mencapai 26-27 derajat celcius. Dengan suhu tersebut, Berau pun menjadi salah satu daerah terpanas di Indonesia.

Panasnya cuaca di Berau membut Pemkab Berau meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga bencana kebakaran di kawasan permukiman masyarakat. 

Baca juga  Bupati Sri Dorong Dekranasda Berau Bawa Produk Lokal Go Internasional

Wakil Bupati Berau, Gamalis mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan terhadap potensi api di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau masih berlangsung.

Menurutnya, suhu panas berkepanjangan membuat vegetasi hutan dan lahan menjadi sangat kering sehingga api mudah menyebar apabila terjadi pembakaran terbuka. Dia menerangkan, dengan cuaca yang panas, api berpotensi lebih cepat menyebar, dan tentu akan memberikan dampak yang lebih besar yang bisa merugikan banyak pihak.

Baca juga  Nelayan Masih Alami Keterbatasan di Tengah Besarnya Potensi Kelautan Berau

“Jadi saya imbau masyarakat yang punya aktivitas di kebun untuk menghindari kegiatan pembakaran lahan,” kata dia. 

Wakil Bupati mengingatkan, dalam berhadapan dengan potensi kebakaran, pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian besar, baik bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. 

Karena itu, dia meminta masyarakat tidak membakar lahan, termasuk ketika hendak melakukan pembersihan terhadap lahan pertanian dan perkebunan. 

Baca juga  Buka Turnamen Bupati Cup 2025, Sri Juniarsih Ingatkan Junjung Tinggi Sportivitas

“Sementara ini kita pakai cara yang manual saja. Karena kalau cuacanya panas begini, potensinya bisa lebih besar,” tutupnya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait