Jembatan Mahulu Ditabrak Tongkang, Pemprov Kaltim Bakal Lakukan Pemeriksaan Struktur

diterbitkan: Rabu, 24 Desember 2025 03:01 WITA
Tangkapan Layar dari video yang menunjukkan Kapal Tongkang bermuatan batu bara menabrak salah satu pilar Jembatan Mahulu (IST)

SAMARINDA – Sebuah kapal tongkang bermuatan batu bara di Sungai Mahakam kembali mengalami insiden tabrakan. Kali ini tabrakan tersebut terjadi salah satu pilar Jembatan Mahakan Ulu (Mahulu) Samarinda pada Selasa (23/12/2025) kemarin.

Tabrakan yang terjadi pada pukul 06.30 WITA sontak mengundang perhatian publik, mengingat jembatan-jembatan yang membentang di atas Sungai Mahakam telah menjadi urat nadi penghubung utama warga Samarinda.

Merespons hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, atas kejadian tersebut ada dampak pada struktur jembatan.

Baca juga  Polemik Pembayaran Gaji Pekerja Teras Samarinda, Dinas PUPR: Pembayaran Terbentur Regulasi

Namun ia menegaskan, penilaian awal masih bersifat visual dan belum bisa dijadikan dasar kesimpulan teknis.

“Dari visual memang ada goresan pada T6, yang menopang gendang utama dan gendang pemisah. Lalu ada juga pecahan di bagian bawah,” kata Fitra kepada awak media usai mengecek bagian vender jembatan.

Meski demikian, Fitra menekankan bahwa pemeriksaan kasat mata belum cukup untuk memastikan tingkat kerusakan yang sebenarnya. Pemeriksaan lanjutan dengan peralatan khusus mutlak diperlukan untuk mengetahui apakah terjadi deformasi pada struktur utama jembatan.

Baca juga  Truk Wajib Lewat Jembatan Mahulu, Jembatan Mahakam Samarinda Masih Aman Dilewati R2 dan R4

“Secara visual belum bisa dipastikan apakah ada deformasi atau tidak. Untuk memastikan itu, kami harus melakukan pengecekan menggunakan alat tembak. Dari tiang ke tiang akan dicek, apakah ada pergeseran atau tidak,” jelasnya.

Menurut dia, hasil pengukuran teknis tersebut akan menjadi dasar penentuan apakah Jembatan Mahulu masih aman dilalui, terutama oleh kendaraan dengan beban berat. Proses ini, kata dia, tidak bisa dilakukan tergesa-gesa.

Baca juga  Sekda Kaltim Sebut Pergub Gratispol Sedang Berproses di Kemendagri

Terkait langkah awal penanganan, Pemprov Kaltim belum mengambil keputusan ekstrem seperti penutupan jembatan. Koordinasi lintas instansi masih dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tanpa menimbulkan kepanikan.

“Kami harus koordinasi dulu. Selain PUPR, ada Dishub, Satpol PP, Polairud, dan Lantas. Apakah jembatan ini masih bisa dilalui kendaraan berat atau harus ditutup sementara, itu belum bisa kami pastikan sekarang,” tuturnya.

Bagikan:
Berita Terkait