Kalah Prioritas? Jembatan Vital Inaran–Bena Baru Tercoret dari Daftar Anggaran Murni 2026

diterbitkan: Rabu, 29 April 2026 11:43 WITA
Wabup Gamalis saat meninjau jalan longsor penghubung 3 kampung di Pegat Bukur. (Foto: IKA/NT)

NUSANTARA TERKINI – Harapan besar masyarakat di Kampung Inaran, Pegat Bukur, hingga Bena Baru di Kabupaten Berau untuk segera memiliki jembatan permanen tahun ini harus kandas.

Jalur vital yang menjadi tumpuan mobilitas warga di tiga kampung tersebut dipastikan “tercoret” atau belum terakomodasi dalam Anggaran Murni 2026 akibat penyusutan postur finansial daerah.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau, Bambang Sugianto, mengungkapkan bahwa proyek tersebut sebenarnya masuk dalam daftar kebutuhan mendesak.

Namun, keterbatasan anggaran memaksa pemerintah daerah untuk melakukan seleksi super ketat terhadap ribuan usulan infrastruktur yang masuk.

Baca juga  Kabid SDA DPUPR Sebut, Belum Terkoneksinya Jaringan Drainase Jadi Penyebab Banjir

“Karena keterbatasan anggaran dan banyaknya usulan dari berbagai wilayah, proyek jembatan ini belum bisa ‘gol’ di anggaran murni 2026. Kami harus benar-benar memutar otak untuk menyesuaikan pembangunan dengan ketersediaan dana yang ada,” ujar Bambang, Senin (13/4/2026).

Jembatan Bailey Tetap Jadi Tumpuan

Sebagai langkah antisipasi agar konektivitas antar-kampung tidak lumpuh total, DPUPR Berau sementara ini hanya bisa mengandalkan jembatan bailey (jembatan rangka baja darurat). Meskipun secara fungsional bisa dilalui, warga tetap mendambakan struktur permanen yang lebih kokoh untuk jangka panjang.

Bambang menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam dan sudah berulang kali mengajukan usulan pembangunan permanen.

Baca juga  Mengatasi Masalah Sampah di Kampung: Derviansyah Ajak Pemerintah Bangun TPS3R di Berau

Namun, penurunan kemampuan bayar daerah membuat skala prioritas bergeser ke proyek yang dianggap lebih darurat atau yang sudah masuk dalam tahapan lanjutan.

“Sejauh ini penanganan sementara baru berupa jembatan bailey agar akses warga tetap fungsional dan tidak terputus. Ini upaya maksimal kami di tengah kondisi fiskal saat ini,” imbuhnya.

Mengintip Peluang di Anggaran Perubahan

Kendati gagal masuk di awal tahun, Dinas PUPR memberikan sedikit angin segar. Proyek jembatan penghubung Inaran–Pegat Bukur–Bena Baru tetap masuk dalam daftar prioritas cadangan. Pihaknya berjanji akan mencari celah pendanaan lain di sisa tahun anggaran.

Baca juga  Warga Resah Tambang Dekat Permukiman, DPRD Berau Sidak Lokasi yang Dikeluhkan Warga

“Pasti tetap prioritas. Rencananya akan kami usulkan kembali di Anggaran Perubahan 2026 atau paling lambat di Murni 2027. Kami akan lihat mana skema yang paling memungkinkan secara teknis dan finansial,” jelas Bambang.

Di sisi lain, saat jembatan Inaran tertunda, wilayah lain justru mendapat kucuran dana. Dinas PUPR telah mengalokasikan sekitar Rp1 miliar untuk rehabilitasi jalan poros Baturajang sampai Long Lancin di Kecamatan Segah tahun ini.

Hal ini menunjukkan betapa ketatnya perebutan “kue” anggaran infrastruktur di Kabupaten Berau saat ini.(Ika/NT)

Bagikan:
Berita Terkait