Kapolres Berau Razia Senpi Anggota, Tak Ingin Ada Insiden Polisi Salah Tembak

diterbitkan: Rabu, 11 Maret 2026 09:04 WITA
Pemeriksaan senjaya api personel Polres Berau oleh Propam dan Kapolres Berau. (Foto: Zuhri)

NUSANTARA TERKINI,- Insiden peluru nyasar hingga arogansi oknum aparat bersenjata belakangan ini menjadi sorotan tajam masyarakat Tanah Air.

Merespons rentetan sentimen negatif tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Berau bergerak cepat menggelar pemeriksaan ketat terhadap seluruh pemegang senjata api dinas pada Rabu (11/3/2026) pagi.

Razia yang berlangsung di Markas Polres Berau Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb ini dipimpin langsung oleh Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto.

Langkah taktis ini diambil sebagai tindakan preventif untuk menyapu bersih potensi yang diizinkan oleh oknum polisi koboi di lapangan.

Baca juga  Kelabui Petugas SPBU, Pelaku Penyelewengan BBM di Kaltim Gunakan Barcode Berbeda-beda

Ridho menjelaskan, pemeriksaan senjata api organik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengawasan yang melekat di internal kepolisian. Tujuannya sangat jelas, yakni memastikan seluruh anggota yang dipercaya memegang senjata mematuhi Standar Operasional Prosedur serta melengkapi syarat administrasi tanpa kecuali.

“Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian agar penggunaan senjata api oleh personel tetap sesuai aturan yang berlaku,” tegas Ridho.

Syarat Ketat Bukan Sekadar Gaya

Baca juga  Tapal Batas Berau-Kutim Memanas, Pasukan Gabungan Siap Diterjunkan Pemkab

Dalam operasi penertiban internal tersebut, barisan pejabt tinggi Polres Berau turut turun tangan mengawasi secara langsung. Mulai dari Wakapolres Berau Kompol Noor Dhianto, Kabag Log Kompol Edy Haruna hingga Kasi Propam AKP H Simalango ikut memastikan tidak ada satu pun senjata api yang lolos dari pemeriksaan.

“Pengecekan dilakukan secara komprehensif menyasar kondisi fisik senjata, kelengkapan amunisi, surat izin memegang senjata hingga kelayakan mental personel,”bebernya.

Ridho menyadari bahwa, memegang senjata api dituntut tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab moral yang luar biasa besar, bukan sekadar alat untuk bergaya atau menakut-nakuti masyarakat.

Baca juga  Simpan 207 Poket Sabu, Pria di Kubar Diringkus Ditresnarkoba Polda Kaltim

Inspeksi serupa dipastikan terus bergulir dan menyasar seluruh jajaran kepolisian bukan hanya di level Polres, namun hingga Polsek jajaran.

Perwira melati dua inipun, melontarkan ultimatum keras terhadap personel. Ia menegaskan tidak akan ada ampun bagi siapa saja anggota yang berani mencoreng nama baik institusi penegak hukum.(*)

“Kami tidak akan mendengarkan jika terjadi pelanggaran atau senjata api oleh anggota,” yang kemudian memberikan peringatan keras.

Bagikan:
Berita Terkait