TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus bekerja maksimal untuk mengejar target agar realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 bisa tinggi.
Sejauh ini berbagai upaya terus dilakukan untuk mempercepat realisasi APBD, mengingat hingga November lalu realisasi APBD Berau tahun 2025 baru di kisaran 60 persen dari total senilai Rp5,2 triliun.
Artinya, masih sekitar 40 persen atau kurang lebih Rp2 triliun lagi masih tersimpan di kas pemerintah, yakni di Bank Kaltimtara.
Menyikapi soal masih rendahnya realisasi APBD tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih langsung melayangkan surat peringatan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat realisasi anggaran tahun ini.
“(Seluruh OPD) sudah kami peringatkan. Ini jadi perhatian serius karena realisasi baru 60 persen,” kata Bupati Sri.
Kendati demikian, Bupati Sri menegaskan bahwa untuk angka final realisasi APBD ini baru akan terlihat pada akhir Desember 2025.
Saat ini masih banyak program dan belanja daerah, terutama pada kegiatan fisik yang masih dalam tahap pengerjaan. Artinya, dana ini bukan menganggur, melainkan sudah dialokasikan dan akan dicairkan setelah pihak ketiga menyelesaikan pekerjaannya.
“Biasanya kontraktor memang begitu, mereka memilih menyelesaikan pekerjaan hingga rampung 100 persen baru mengajukan pencairan,” jelasnya.
Dalam hal ini, Bupati Sri tetap menegaskan kepada kontraktor agar kualitas pekerjaan tetap menjadi yang nomor satu. Jangan sampai ada pekerjaan yang tidak sesuai standar akibat kontraktor yang mengebut proyek harus selesai di akhir tahun.
“Kontraktor harus bertanggung jawab atas kualitas pekerjaannya. Nanti saya yang cek langsung. Kalau tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, kontraktor bisa kami beri rapor merah (blacklist),” pungkasnya. (*/adv)






