Komite Rakyat Berlawan Kaltim Peringati May Day di Kantor Gubernur Kaltim

diterbitkan: Kamis, 1 Mei 2025 08:13 WITA
Aksi unjuk rasa Komite Rakyat Berlawan Kaltim di depan Kantor Gubernur Kaltim dalam peringatan Hari Buruh Sedunia/May Day (IST)

SAMARINDA – Peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day yang jatuh pada 1 Mei diwarnai dengan aksi unjuk rasa dari puluhan massa yang tergabung dalam Komite Rakyat Berlawan Kaltim. Mereka berkumpul di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Masa Samarinda.

Mereka yang terdiri dari buruh pabrik, pedagang, petani hingga mahasiswa ini meminta pemerintah bisa lebih serius dalam memperhatikan kesejahteraan para pekerja. Perwakilan aksi, Ikbal menuntut pemerintah untuk bisa lebih peduli terhadap hak-hak pekerja.

Baca juga  Ribuan Massa Berkumpul di Depan, Mulai dari Mahasiswa hingga Masyarakat Adat

“Mengingat bahwa di 1 Mei ini menjadi awal dari rangkaian agenda penting di bulan ini, mengingat pada 21 Mei akan diperingati Hari Reformasi, dan pada 31 Mei akan menandai 100 hari masa kerja Gubernur Kalimantan Timur,” tegas Ikbal.

Ikbal menerangkan, setiap peserta aksi membawa berbagai tuntutan yang ditujukan untuk pemerintah. Terutama yang berhubungan dengan hak-hak buruh/pekerja. Hal ini karena, belakangan ini pemerintah justru melahirkan kebijakan yang justru merampas hak buruh.

Baca juga  Diduga Depresi, Lansir Nekat Akhiri Hidup Saat Jalani Perawatan di RSUD AW Sjahranie

Ikbal menyoroti salah satu tuntutan yang disuarakan terkait kondisi buruh sekarang ialah adanya kebijakan sistem outsourcing yang dinilai merugikan buruh.

“Karena sistem outsourcing ini menjadikan para pekerja sering mengalami ketidakpastian kerja, pengurangan hak-hak pekerja, dan potensi penurunan kesejahteraan dibandingkan dengan pekerja langsung,” tambahnya.

Oleh karena itu, sistem seperti ini perlu dihapus karena jelas memberikan dampak negatif bagi para buruh atau pekerja. Ikbal menyoroti bahwa di sejumlah daerah di Indonesia, masih banyak pekerja yang menjalani jam kerja fleksibel, namun perusahaan justru mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja mereka.

Baca juga  Sempat Ditutup, Jembatan Mahakam Kini Sudah Bisa Dilewati Lagi

Bagikan:
Berita Terkait