NUSANTARA TERKINI — Perayaan hari jadi kampung di Kabupaten Berau diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan yang bersifat seremonial.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau mendorong agar setiap momentum peringatan desa mampu dikemas secara profesional untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kampung dengan instansi terkait, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Kolaborasi ini dinilai krusial agar potensi adat dan budaya yang ditampilkan memiliki daya tarik bagi wisatawan luas.
“Kalau kegiatannya berpotensi mendatangkan wisatawan, sebaiknya Disbudpar tetap dilibatkan. Tujuannya agar acara bisa dikemas lebih baik dan terpromosikan secara luas,” ujar Tenteram, Rabu (8/4/2026).
Kemandirian Anggaran dan Peran Pihak Ketiga
Selama ini, mayoritas kampung di Berau telah menunjukkan kemandirian dalam menyelenggarakan hari jadinya.
Pembiayaan kegiatan biasanya bersumber dari Alokasi Dana Kampung (ADK) yang dikombinasikan dengan swadaya masyarakat serta dukungan dari pihak ketiga.
Keterlibatan sektor swasta, seperti perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah kampung, menjadi salah satu pilar penting dalam keberhasilan acara.
Pola kemitraan ini diharapkan terus diperkuat agar beban anggaran kampung tetap terjaga namun kualitas acara tetap maksimal.
“Pembiayaan mandiri dari ADK, bantuan pihak ketiga, hingga swadaya masyarakat membuktikan bahwa inisiatif lokal sudah berjalan. Namun, koordinasi teknis tetap diperlukan agar setiap anggaran yang dikeluarkan berdampak pada perputaran ekonomi,” jelasnya.
Potensi Budaya Jadi Identitas Daerah
Beberapa kampung di Berau memiliki tradisi unik yang sudah dikenal luas, seperti ritual Meja Panjang dan Bakudung Batiung.
Tenteram menyarankan agar pelaksanaan agenda seni budaya semacam ini tetap mengacu pada pembinaan dari dinas teknis agar keaslian adatnya terjaga sekaligus layak jual secara pariwisata.
Selain urusan budaya, ia juga mengingatkan koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) jika perayaan diisi dengan lomba-lomba ketangkasan.
Menurutnya, standarisasi kegiatan akan meningkatkan kepercayaan pengunjung untuk datang ke kampung.
Dengan pengemasan yang lebih matang, perayaan hari jadi kampung diharapkan mampu menjadi mesin penggerak UMKM lokal.
Mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga penginapan diharapkan bisa merasakan manfaat langsung dari kunjungan wisatawan saat perayaan berlangsung.(*/Andrikni/NT)





