Masuk Karantina Akhir Pekan, Calon Duta Wisata dan Budaya Berau Digembleng Pembinaan Karakter dan Personal Branding

diterbitkan: Selasa, 19 Mei 2026 06:24 WITA
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.

NUSANTARA TERKINI – Pemilihan Duta Wisata dan Duta Budaya Kabupaten Berau 2026 memasuki tahapan karantina pada 22 Mei mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budi Santosa, menyebut, proses seleksi tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada penampilan.

Namun juga pembentukan karakter, kepemimpinan, hingga pemahaman pariwisata dan budaya daerah.

Yudha menjelaskan, saat ini para peserta tengah memasuki masa jeda setelah menyelesaikan tahapan unjuk bakat dan presentasi.

Selanjutnya, para peserta akan menjalani karantina sebelum grand final yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam di Hotel SM Tower.

“Tanggal 22 masuk karantina. Setelah itu malam grand finalnya di Hotel SM Tower. Nanti juga akan dihadiri undangan, termasuk Ibu Bupati, insya Allah kalau tidak ada agenda lain,” ujarnya kepada Berauterkini.

Baca juga  Efek Jembatan Nibung, Kunjungan Wisata Berau Meledak, Disbudpar Dorong Warga Sulap Rumah Jadi Homestay

Ia mengatakan, ajang tersebut bertujuan mencari figur muda yang mampu menjadi contoh bagi generasi lainnya, khususnya dalam bidang budaya dan pariwisata.

Karena itu, proses seleksi dilakukan cukup ketat dengan berbagai materi penilaian, termasuk psikologi dan wawasan kepariwisataan.

“Kami ingin mencari figur anak muda yang bisa menjadi contoh di bidang budaya dan pariwisata. Mereka dibekali materi cukup panjang, ada seleksi psikologi, wawasan budaya, hingga kemampuan komunikasi,” katanya.

Menurutnya, para duta nantinya diharapkan menjadi agen perubahan dalam pengembangan pariwisata, promosi budaya serta ekonomi kreatif di Berau. 

Baca juga  Tahun Ini Pemkab Berau Fokus Selesaikan Administrasi PPPK

Dengan banyaknya potensi wisata yang dimiliki Berau, keberadaan duta wisata dinilai penting untuk memperluas promosi hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap mereka bisa mempromosikan objek wisata dan budaya Berau ke masyarakat luas. Harapannya kunjungan wisatawan terus meningkat dan ekonomi ikut bergerak,” jelasnya.

Yudha juga menuturkan, selama masa karantina, peserta akan diajak mengenal berbagai destinasi wisata, pelaku UMKM, hingga produk ekonomi kreatif lokal. 

Disbudpar turut menggandeng sejumlah pihak untuk memberikan pembekalan langsung kepada peserta.

“Kami kenalkan juga produk-produk UMKM dan ekonomi kreatif. Jadi mereka tahu apa saja potensi Berau yang bisa dipromosikan,” tambahnya.

Baca juga  Menjelajahi Bontang: 5 Destinasi Wisata & Kuliner yang Tak Boleh Dilewatkan

Belajar dari sejumlah persoalan yang sempat menyorot perilaku duta wisata di beberapa daerah, Disbudpar Berau tahun ini memperkuat materi pembinaan karakter dengan melibatkan psikolog serta narasumber dari luar daerah.

“Tahun ini kami tambahkan pendampingan psikologi, materi perilaku, kepemimpinan dan personal branding. Kami ingin para duta benar-benar mencerminkan pribadi yang baik dan menjadi contoh,” ungkapnya.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi tentang pergaulan dan kesehatan remaja, termasuk pembinaan religius selama masa karantina berlangsung.

“Jangan sampai ada lagi perilaku negatif yang justru memberi citra buruk bagi pariwisata daerah. Itu yang kita antisipasi,” tandasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait