Panen Padi di Kaltara Lampaui Target, Gubernur Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Nasional

diterbitkan: Kamis, 8 Januari 2026 11:31 WITA
Panen raya hasil pertanian komoditas padi di Kaltara.

TANJUNG SELOR – Realisasi panen padi tahun 2025 Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya di Kabupaten Bulungan mengalami peningkatan 39,79 persen.

Hal itu diutarakan Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Serentak bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara daring, yang dipusatkan di Desa Karang Agung, Tanjung Palas Utara, Bulungan, Rabu (7/1/2026).

Gubernur Zainal menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ketahanan pangan Kaltara yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Luas Tambah Tanam (LTT) padi Bulungan tahun 2025, realisasi tanam hingga Desember 2025 mencapai 7.972,52 hektare atau 119,46 persen dari target 6.674 hektare.

Baca juga  Personel Samapta Polda Kaltara Rutin Turun Atur Lalu Lintas

“Tren realisasi bulanan menunjukkan peningkatan tajam pada September dan Oktober yang mencerminkan keberhasilan percepatan tanam dan sinergi program pertanian,” kata Gubernur Zainal.

Capaian ini didukung oleh kontribusi LTT padi reguler, oplah, csr dan padi gogo, dengan padi gogo menjadi penyumbang terbesar. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan prioritas nasional dan fondasi penting bagi stabilitas bangsa.

Untuk itu, Pemprov Kaltara berkomitmen menunjukkan peran strategisnya dengan terus mengembangkan potensi lahan pertanian yang luas, memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang memadai, serta memberikan dukungan kepada petani.

Baca juga  Target Retribusi Daerah Kaltara 2024 Belum Tercapai, Bapenda Minta Evaluasi

“Capaian panen pada musim tanam Oktober 2025 hingga Maret 2026 menjadi bukti bahwa dengan perencanaan yang baik, dukungan sarana prasarana serta pendampingan yang tepat, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.

Ia menilai kegiatan ini berperan penting dalam menjaga kesinambungan dan percepatan produksi agar tidak terjadi jeda yang panjang antara panen dan tanam, sehingga ketersediaan pangan dapat terjaga sepanjang tahun.

“Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global, kegiatan Panen Raya ini menjadi simbol kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menjaga stabilitas pangan,” ujarnya.

Baca juga  Ekspor Asli Kaltara pada Januari 2025 Turun Jadi USD 103,74 Juta

Kendati Kaltara menghadapi berbagai tantangan dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) teknis, perawatan alsintan dan sulitnya mobilitas antar wilayah, Gubernur Zainal meyakini dengan peningkatan kapasitas SDM, penguatan koordinasi lintas sektor serta manajemen yang baik, tantangan tersebut dapat diatasi secara bertahap.

“Dengan potensi sumber daya yang dimiliki dan semangat kebersamaan yang terus terjaga, saya optimis Kalimantan Utara mampu menjadi salah satu lumbung pangan andalan di kawasan utara Indonesia,” pungkasnya. (**)

Bagikan:
Berita Terkait