Pemerintah Minta Sektor Swasta Terapkan WFH, Kemenaker Segera Terbitkan Surat Edaran

diterbitkan: Rabu, 1 April 2026 01:37 WITA
Airlangga Hartarto. (Rusdiyono/NT)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah secara resmi memperluas imbauan pola kerja fleksibel atau Work From Home (WFH) ke sektor swasta.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan efisiensi energi di tengah dinamika geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kebijakan ini adalah langkah adaptif untuk memitigasi dampak lonjakan harga energi dunia.

Agar implementasinya tepat sasaran, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai panduan operasional bagi perusahaan.

Baca juga  Investasi Capai Rp2,42 Triliun, Lima Investor Baru Tandatangani Perjanjian Lahan ADP

Penyesuaian Berdasarkan Sektor Usaha

Menko Airlangga menekankan bahwa penerapan WFH di sektor swasta tidak bersifat kaku. Pemerintah memahami adanya perbedaan karakteristik operasional pada setiap bidang bisnis.

“Kebijakan ini akan diatur lebih lanjut melalui surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing sektor usaha,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/3/2026) seperti dikutip media ini dari Beritasatu.com

Pemerintah berharap perusahaan swasta dapat berperan aktif mendukung transformasi budaya kerja digital. Selain menghemat konsumsi BBM nasional, pola ini dinilai mampu mendorong produktivitas yang lebih modern dan efisien.

Baca juga  Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

Sektor Strategis Tetap Beroperasi Normal

Meskipun mendorong WFH, pemerintah menegaskan bahwa sektor-sektor vital dan strategis tidak akan terdampak. Sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan tetap beroperasi seperti biasa.

Demikian pula dengan sektor penggerak ekonomi riil seperti industri manufaktur, energi, air, bahan pokok, transportasi, logistik, serta sektor keuangan.

Pekerja di bidang-bidang tersebut tetap diminta bekerja secara Work From Office (WFO) atau di lapangan guna menjaga urat nadi perekonomian dan stabilitas pasokan kebutuhan masyarakat.

Baca juga  Tidak Ada WFH, ASN Pemkot Samarinda Tetap ke Kantor Menjelang Libur Lebaran

Bukan Kondisi Darurat Ekonomi

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH nasional ini merupakan langkah mitigasi, bukan indikator darurat ekonomi.

Menko Airlangga meyakinkan pelaku pasar bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh dengan stok BBM yang aman dan stabilitas fiskal yang terjaga.

“Situasi ini bukan hambatan, tetapi momentum untuk perubahan perilaku yang lebih modern dan efisien. Fokus kita adalah menjaga stabilitas nasional tetap tangguh dan resilien,” pungkasnya.(*)

Topik:
Bagikan:
Berita Terkait