Pemerintah Tata Ulang RKAB, Menteri ESDM Jamin Kebutuhan Batu Bara PLN Terpenuhi

diterbitkan: Rabu, 4 Maret 2026 10:51 WITA
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

NUSANTARA TERKINI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mulai merombak Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tambang batu bara. Penataan perizinan ini sempat memunculkan tanda tanya mengenai nasib pasokan bahan bakar pembangkit listrik di tanah air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan stok batu bara untuk PT PLN tetap aman terkendali. Ia menjamin tidak ada masalah berarti terkait pemenuhan energi nasional setidaknya hingga kuartal kedua tahun ini.

Baca juga  Syarwani: TMMD ke 119 di Bulungan Selaras dengan Program Prioritas Pemkab

“Saya pastikan sampai dengan bulan Maret-April, no issue,” kata Bahlil pada Selasa (3/3/2026).

Siasat Mengakali Harga Pasar

Evaluasi rencana produksi ini murni bertujuan untuk menyesuaikan suplai dengan permintaan di pasar global. Pemerintah ingin memastikan besarnya volume galian tambang berbanding lurus dengan keuntungan ekonomi yang masuk ke kas negara.

“Idealnya adalah batubara kita produksi banyak, volumenya besar, tapi harganya juga harus bagus,” ujar dia.

Baca juga  Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun? Menteri ESDM: Memang Begitu Aturannya

Indonesia diketahui memasok hampir setengah dari total kebutuhan batu bara dunia setiap tahunnya. Tingginya angka produksi tersebut sayangnya sering memicu kelebihan suplai yang membuat harga jual menjadi turun drastis.

Bahlil menyoroti ironi posisi Indonesia sebagai pemasok raksasa namun tidak memiliki kuasa menentukan nilai jual. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditas ini sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar internasional.

Baca juga  Hardiknas 2026, Pendidikan Kunci Kemajuan Bangsa dan Memperkuat Peradaban

“harganya bukan kita yang mengendalikan, harganya di luar yang mengendalikan,” pungkas Bahlil.

Bagikan:
Berita Terkait