NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) memberikan apresiasi terhadap Missionarii Sacrae Familiae (MSF) atas kontribusinya yang telah berkarya selama satu abad di Kalimantan, khususnya di wilayah Kubar.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Stepanus Alexander Samson saat membacakan sambutan Bupati Kubar dalam Seminar 100 Tahun MSF Kalimantan yang digelar di Gedung Aji Tullur Jejangkat (ATJ), Barong Tongkok pada Selasa (16/6/2026).
Dalam kegiatan yang mengangkat tema ‘Akar dan Realitas, Menjaga Menyala Api Refleksi 100 Tahun MSF dan Menjawab Tantangan Evangelisasi Masa Depan’ ini, Pemkab Kubar mendorong pelayanan MSF tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Kehadiran MSF selama 100 tahun ini dianggap tidak hanya memberikan pelayanan keagamaan, tapi juga berperan dalam mendukung pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan sosial yang selama ini dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.
“Selama satu abad berkarya di Kalimantan, MSF telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang kehidupan. Karya pelayanan yang dijalankan telah membawa perubahan positif bagi masyarakat,” kata Stepanus sebagaimana dikutip dari sambutan Bupati.
Selain pembangunan fisik atau infrastruktur, juga dibutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan yang selama ini berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM di wilayah Kubar.
Untuk itu, diharapkan refleksi yang dilakukan dalam seminar ini dapat menghasilkan gagasan dan strategi, pelayanan yang tetap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
“Melalui seminar ini, saya berharap MSF dapat merumuskan langkah-langkah strategis serta arah pelayanan yang relevan untuk 25, 50, hingga 100 tahun ke depan,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, Provinsial MSF Provinsi Kalimantan, Pastor Y.B. Marharsono MSF menekankan soal pentingnya menjaga nilai-nilai dasar Gereja di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Menurutnya, tantangan pelayanan ke depan menuntut kemampuan untuk tetap berpegang pada nilai-nilai dasar sembari menghadirkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Selain seminar, peringatan 100 Tahun MSF Kalimantan juga diisi berbagai kegiatan lain, seperti napak tilas perjalanan misi pertama di Laham, pertemuan para misionaris, kegiatan sosial, hingga Festival Budaya yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar.
Ketua Panitia 100 Tahun MSF, Ignasius Rudi mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengenang perjalanan sejarah, tapi juga memperkuat hubungan antara Gereja, masyarakat dan pemerintah daerah.
Tentu, kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk menjaga harmoni sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Harapannya, kontribusi MSF dapat terus menjadi bagian dari upaya membangun kualitas kehidupan masyarakat Kubar di masa depan.
Adapun puncak peringatan 100 tahun MSF Kalimantan dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Barong Tongkok dan akan menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang karya pelayanan yang telah mewarnai kehidupan masyarakat Kalimantan selama satu abad. (Adv/Diskominfo Kubar)





