NUSANTARA TERKINI – Meski mencatatkan angka penyaluran dana yang cukup fantastis mencapai Rp2,47 miliar sepanjang tahun 2025, program dana bergulir bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) ternyata masih menyisakan catatan evaluasi.
Jumlah penerima manfaat diketahui belum mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Dana Bergulir Kubar, program ini baru menjangkau 42 UMKM dari target awal sebanyak 50 pelaku usaha.
Sejumlah faktor internal dan eksternal disinyalir menjadi penghambat belum optimalnya capaian tersebut.
Kendala Personel dan Luas Wilayah
Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Pengelola Dana Bergulir Kubar, Rajunal, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pengelola.
Kurangnya personel membuat proses monitoring dan pendampingan kepada para pelaku usaha tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Selain masalah internal, kondisi geografis Kutai Barat yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan penagihan dan pengawasan langsung ke lokasi usaha masyarakat.
“Luasnya wilayah Kubar menjadi tantangan besar dalam proses monitoring, pendampingan, hingga penagihan kepada penerima manfaat. Kami juga membutuhkan penguatan sistem kerja berbasis digital serta dukungan anggaran operasional lapangan yang lebih memadai,” ujar Rajunal.
Kinerja Keuangan Tetap Stabil
Meskipun sasaran jumlah pelaku usaha belum tercapai, Rajunal menegaskan bahwa secara finansial pengelolaan dana ini masih dalam kategori sehat. Realisasi penyaluran secara nilai uang sudah mencapai 96,8 persen dari target Rp2,55 miliar.
Tingkat pengembalian pokok pinjaman dari masyarakat juga tergolong disiplin.
“Penerimaan pokok mencapai Rp2,4 miliar dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga di angka 5 persen. Ini menunjukkan bahwa meskipun jangkauannya terbatas, kualitas pinjamannya tetap aman,” tambahnya.
Evaluasi Menuju Target 2026
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kini tengah mematangkan langkah perbaikan untuk menghadapi tahun 2026. Fokus utama adalah melakukan transformasi digital dalam sistem kerja guna mengatasi kendala jarak dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Untuk tahun 2026, UPT Dana Bergulir telah menetapkan target yang lebih tinggi, yakni penyaluran sebesar Rp2,58 miliar dengan menyasar 52 UMKM.
Evaluasi terhadap kekurangan di tahun 2025 ini diharapkan menjadi dasar kuat bagi penguatan kapasitas pengelola dan optimalisasi pelayanan agar dana bantuan modal benar-benar dapat menyentuh masyarakat hingga ke pelosok kampung.(Wane/NT)






