Ancur Paddas hingga Kalampuri, Strategi Disbudpar Berau Pikat Wisatawan Lewat Kelezatan Kuliner Lokal

diterbitkan: Senin, 9 Maret 2026 10:13 WITA
Kuliner khas Berau, Ancur Paddas dan Kalampuri.
Kuliner khas Berau, Ancur Paddas dan Kalampuri.

NUSANTARA TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus menggencarkan promosi kuliner khas daerah untuk menjangkau wisatawan luar daerah.

Langkah ini dilakukan secara masif, sejajar dengan promosi destinasi wisata unggulan, guna memperkuat daya tarik Bumi Batiwakkal di mata pelancong nusantara maupun mancanegara.

Strategi promosi yang diterapkan mencakup pemanfaatan media sosial, partisipasi dalam berbagai pameran berskala nasional, hingga penggunaan media luar ruang seperti pamflet dan baliho.

Upaya ini juga melibatkan sinergi dengan Dekranasda serta Diskoperindag untuk memperkenalkan produk-produk lokal agar semakin dikenal luas oleh publik.

Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama Disbudpar Berau, Fitriansyah, menjelaskan, salah satu primadona yang terus diperkenalkan adalah Ancur Paddas.

Baca juga  Terkendala Regulasi, Pembubaran Ratusan Koperasi tak Aktif di Berau Tertunda

Namun, karena karakteristiknya sebagai makanan berat, hidangan ini tidak dapat dijadikan buah tangan fisik, sehingga wisatawan harus datang langsung ke Berau untuk menikmatinya.

Meskipun demikian, promosi Ancur Paddas tetap dilakukan secara visual melalui pamflet hingga tayangan videotron yang memuat deskripsi serta cara pembuatannya.

Hal ini bertujuan untuk membangun rasa penasaran bagi para pembaca dan calon pengunjung.

“Kalau Ancur Paddas itu kita enggak bisa (jadikan oleh-oleh). Soalnya itu makanan berat bukan cemilan. Tapi di hotel di sini rata-rata sudah ada ini kalau sarapan,” ujar Fitriansyah, Senin (9/3/2026).

Selain hidangan utama, Disbudpar juga mempromosikan aneka kudapan khas seperti Kalampuri atau udang rebon crispy yang menawarkan cita rasa gurih pedas.

Baca juga  5 Rekomendasi Wisata Belanja di Bontang, Dari Batik Eksklusif hingga Camilan Pesisir

Tak ketinggalan, Amplang khas Berau tetap menjadi produk unggulan yang dibanggakan karena teksturnya yang renyah dan rasa ikan yang segar tanpa aroma amis.

Pilihan buah tangan lainnya yang turut dipasarkan adalah abon dan sambal dengan berbagai varian rasa.

Salah satu produk unik yang menjadi sorotan adalah Terasi Udang khas Berau yang diproduksi secara praktis, sudah dibakar dan dihaluskan.

Sehingga, konsumen dapat langsung menaburkannya ke dalam masakan tanpa perlu mengolahnya kembali.

“Jadi, keunikannya yang kita bisa highlight, murah, enak, dan komposisinya bukan kaleng-kaleng. Kita langsung bahan real food bukan perasa,” jelas Fitriansyah.

Baca juga  Disbudpar Berau Siapkan Hutan Anggrek Tubaan Jadi Destinasi Wisata Eksklusif

Untuk menjangkau generasi muda dan pasar yang lebih luas, promosi kini merambah platform digital seperti Instagram hingga TikTok.

Selain itu, Berau aktif mengikuti pameran di kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta yang rutin diadakan setiap tiga hingga enam bulan sekali.

Di tingkat lokal, Disbudpar juga menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah kampung untuk mengangkat potensi kuliner khas dari setiap pelosok desa di Berau.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemasaran yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM kuliner.

“Kebetulan juga kan ini bidang kerja sama dan pemasaran. Kami harus menjalin kerja sama,” pungkas Fitriansyah. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait