BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih membeberkan hasil pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sangalaki pada Jumat (31/10/2025) lalu.
Dalam penjelasannya, selain membahas pengembangan Blue Economy atau Ekonomi Biru, pertemuan tersebut juga membahas soal peluang untuk memperluas pemasaran produk UMKM di Bumi Batiwakkal.
Sri menerangkan, kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut mencakup program pengembangan ekspor produk UMKM dan IKM Berau ke pasar Afrika dan Eropa. Langkah ini dinilai Bupati Berau sebagai peluang strategis untuk membuka pasar internasional bagi produk unggulan lokal berbasis kearifan lokal.
“Pembahasannya bukan sebatas pariwisata saja. Tapi bagaimana produm UMKM dan IKM kita bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Kami tekankan juga bahwa kami, Pemkab berau terus berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat dengan fasilitasi pembinaan, pelatihan, serta akses kredit lunak bagi UMKM,” papar Sri Juniarsih.
Orang nomor satu di Kabupaten Berau ini menyebut, kerja sama dengan Republik Seychelles menjadi momentum penting untuk mempercepat pencapaian visi pembangunan Berau 2025–2029, yakni mewujudkan Berau yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur dan sejahtera.
Ia juga menegaskan bahwa arah pembangunan berkelanjutan Berau sejalan dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, di mana Berau telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas nasional di bidang pariwisata.
“Kita ingin hutan tetap hijau, laut tetap biru, dan masyarakat hidup makmur serta sejahtera. Inilah esensi ekonomi biru yang kita perjuangkan bersama,” tutupnya. (adv)






