Puskesmas 24 Jam di Gunung Tabur Harus jadi Contoh dalam Upaya Pemerataan Layanan Kesehatan

diterbitkan: Kamis, 20 November 2025 03:01 WITA
Peresmian Puskesmas 24 Jam di Kecamatan Gunung Tabur yang dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih (Dok: Diskominfo Berau)

BERAU – Pemkab Berau meresmikan layanan kesehatan 24 jam yang tersedia di Puskesmas Gunung Tabur. Menurut Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, kehadiran Puskesmas Non-Rawat Inap 24 Jam dan Persalinan di Kecamatan Gunung Tabur sebagai langkah nyata Pemkab Berau dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih merata di Bumi Batiwakkal.

Baca juga  Optimalkan Penggunaan Mesin Hiperbaik, DPRD Berau Harap Layanan di Rumah Sakit Bisa Meningkat

Frans Lewi mengatakan, pembangunan fasilitas kesehatan ini bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi juga menjadi tolok ukur keseriusan Pemkab Berau dalam mewujudkan visi pemerataan layanan publik, terutama di sektor kesehatan.

“Jadi langkah seperti itu pasti kami apresiasi, inovasi mereka dalam menyediakan layanan 24 jam di Puskesmas merupakan bukti kalau pemerintah hadir untuk masyarakat,” kata Frans.

Dia meminta, keberadaan Puskesmas 24 jam tidak sebatas dimaknai sebagai adanya gedung dan fasilitas, namun tenaga professional yang siap memberikan pelayan dengan semangat yang besar.

Baca juga  DPRD Berau Ungkap Pengalihan Anggaran Difokuskan untuk Sektor Pendidikan dan Kesehatan

“Nah soal SDM ini juga harus jadi perhatian. Kapasitas dan kualitas mereka harus ditingkatkan secara konsisten,” terang Frans.

Untuk informasi, Pemkab Berau baru-baru ini meresmikan Puskesmas Non-Rawat Inap 24 Jam dan Pelayanan Persalinan di wilayah perkotaan Kecamatan Gunung Tabur. Peresmian fasilitas kesehatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

Baca juga  Bakal Difungsikan Juni 2025, DPRD Berau Apresiasi Pembangunan Gedung Baru RSUD Abdul Rivai

Dia menerangkan, keberadaan gedung Puskesmas yang representatif dengan layanan 24 jam di Gunung Tabur diharapkan mampu sejalan dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sebab, menurutnya, kesehatan merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembangunan daerah.

Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan mutu pelayanan oleh para tenaga kesehatan. Ia mengingatkan agar pelayanan di Puskesmas tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan latar belakang sosial ekonomi. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait