BERAU – DPRD Berau tengah menjalani masa reses, atau serap aspirasi yang dilakukan untuk mendengar apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat. Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga pun menggelar reses di Kampung Teluk Harapan, Pulau Maratua pada Selasa (2/12/2025) malam.
Dalam agenda tersebut, Saga memaparkan kondisi keuangan Berau dalam tahun anggaran 2026 mendatang. Dijelaskannya bahwa Kabupaten Berau akan berhadapan dengan defisit anggaran yang disebabkan pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
“Sebelumnya DBH disepakati di angka Rp4 triliun, tapi dipangkas menjadi Rp2,4 triliun. Kondisi itu membuat seluruh perencanaan harus disesuaikan ulang,” terang Saga kepada masyarakat.
Dia mengaku sempat kebingungan menjelaskan kondisi tersebut kepada para konstituennya. Karena, dalam periode reses sebelumnya sudah banyak rencana yang disiapkan yang berangkat dari permintaan masyarakat.
“Masyarakat sudah mendengar alokasi anggaran yang direncanakan. Tapi tiba-tiba ada pemangkasan seperti ini, mau tak mau kita harus menyusun ulang dengan menyesuaikan prioritas,” jelasnya lagi.
Situasi ini bahkan membuat pembahasan antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berlangsung panas hingga jadwal paripurna harus mundur.
Meski banyak program harus direvisi, Saga memastikan dua sektor dinilai “tidak boleh goyah” yakni ketahanan pangan dan Tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk ASN “Dua komponen ini tidak kami sentuh. Itu garis merah,” tegasnya. (adv)






