Reses di Kampung Payung-Payung, Warga Keluhkan Abrasi Pantai ke Liiansyah

diterbitkan: Minggu, 7 Desember 2025 04:18 WITA
Agenda reses Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah di Kampung Payung Payung

BERAU – Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah menggelar agenda serap aspirasi atau reses di Kampung Payung Payung, Kecamatan Maratua. Dalam agenda tersebut, Liliansyah mendengar keluhan warga soal abrasi pantai yang terjadi di wilayah mereka.

Warga meminta agar pemerintah bisa mempercepat pembangunan bronjong penangkis gelombang untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi. Kondisi geografis Kampung Payung Payung sendiri, memang berada tepat di garis pantai, yang membuat ancaman gelombang tinggi menjadi perhatian serius.

Baca juga  DPRD Berau Sebut Tiga Sektor Ini Bisa Dioptimalkan untuk Keluar dari Ketergantungan Sektor Pertambangan

Liliansyah menjelaskan bahwa persoalan abrasi memang menjadi isu yang sering dibahas belakangan waktu ini. Karena warga di wilayah pesisir membutuhkan perlindungan pantai, mengingat gelonbang besar yang setiap tahun terus menggerus permukiman warga.

“Setiap tahun, persoalan abrasi memang terus dikeluhkan masyarakat. Mereka slealu minta penahan gelombang untuk menjaga wilayah mereka,” jelas Liliansyah.

Baca juga  Antisipasi Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja, DPRD Berau Dorong Pemberlakuan Jam Malam

Merespons keluhan warga, ia menegaskan akan menyampaikan aspirasi tersebut ke Pemkab Berau, khususnya ke instansi teknis. Harapannya, keluhan tersebut bisa ditindaklanjuti, setidaknya dengan melakukan kajian di lapangan.

Menurutnya, penananganan abrasi pantai merupakan langkah mendesak, yang mendukung upaya mitigasi bencana. Selain itu, pemenuhan penahan gelombang juga menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan kampung.

Baca juga  Banjir di Berau Masih jadi Persoalan, Rudi Minta Pemkab Lakukan Kajian untuk Cari Solusi Jangka Panjang

“Kami pasti akan kawal isu ini, supaya bisa benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah,” pungkasnya. (adv)

 

Bagikan:
Berita Terkait