Respons Polemik Pedagang Trotoar, Bupati Berau Janjikan Solusi Lewat Creative Hub dan UMKM Center

diterbitkan: Rabu, 5 November 2025 08:03 WITA
Bupati Berau, Sri Juniarsih

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih memberikan respons serius terhadap polemik antara pedagang yang berjualan di trotoar jalan protokol dengan petugas Satpol PP Berau.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tentu menginginkan setiap masyarakat, tak terkecuali para pedagang ini dapat tetap bisa mendapatkan rezeki untuk menyambung penghidupan. Namun harus dilakukan dengan taat aturan.

“Perlu dilakukan pendataan para pedagang keliling yang berjualan di trotoar jalan. Ini dilakukan dengan tujuan agar pemerintah dapat memberikan solusi secara tepat sasaran kepada masyarakat,” kata Bupati Sri, Rabu (11/5/2025).

Baca juga  Bupati Berau Tekankan Peran ASN Sebagai Pelayan Masyarakat di Peringatan HUT ke-54 KORPRI

Bupati Sri mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah membangun satu kawasan ekonomi kreatif yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Jika sesuai rencana, bangunan Creative Hub dan UMKM Center dapat difungsikan pada 2027. Tempat itu dibuat khusus untuk menjadi wadah bagi para generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif di Berau.

Baca juga  Komitmen Membangun Pendidikan, Bupati Berau Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Ia menuturkan, pemusatan lokasi tersebut dilakukan demi memastikan kawasan perkotaan tidak kumuh akibat penggunaan fasilitas pemerintah yang tidak sesuai fungsinya.

“Bangunannya tahun depan akan mulai didirikan,” katanya.

Saat ini, para pedagang diminta untuk lebih legowo. Karena, sejatinya para petugas hanya menjalankan amanah Perda Nomor 13 Tahun 2012 tentang Penertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat.

“Silakan (petugas) lakukan pertemuan dengan para pedagang,” imbuh Bupati Sri.

Baca juga  Pemkab Berau Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penguat Ketahanan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah fokus membangun kawasan wisata yang memiliki prinsip sapta pesona, khususnya terkait ketertiban, keamanan dan kebersihan.

Target tersebut diharapkan dapat dikawal serius oleh Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Satpol PP, hingga Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan.

“Jadi dinas-dinas ini memiliki peran penting dalam pembangunan kawasan wisata yang ramah terhadap pengunjung. Termasuk para pedagang juga harus dilibatkan. Dengarkan aspirasi mereka,” pungkasnya. (*/adv) 

Bagikan:
Berita Terkait