Respons Ramalan BMKG, Ketua DPRD Berau Minta Dinas PUPR Optimalkan Pembangunan Saluran Air

diterbitkan: Rabu, 3 Desember 2025 10:14 WITA
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas meninjau pembangunan drainase yang tengah dikerjakan Dinas PUPR (Dok: Pemkab Berau)

BERAU – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, akhir tahun ini merupakan puncak musim hujan. Artinya, hujan dengan beragam intensitas diperkirakan akan mengguyur sebagian besar wilayah Kaltim.

Merespons hal tersebut, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengingatkan Pemkab Berau, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau untuk mengambil langkah antisipatif. Salah satunya dengan mengoptimalkan pembangunan drainase atau saluran air yang tengah dikerjakan.

Baca juga  Penataan LPJU di Kawasan Murjani Dapat Sorotan dari Ketua DPRD, Dedy: Seperti Asal-Asalan

“Menjelang akhir tahun, diprediksi sudah memasuki musim hujan. Mohon untuk dinas terkait agar bisa mengoptimalkan kondisi saluran drainase yang ada di Berau,” kata Dedy.

Sementara untuk program pembangunan dan peningkatan kapasitas drainase yang masih berjalan, dia meminta agar segera dioptimalkan penyelesaiannya. Sehingga manfaatnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat, terutama saat turun hujan.

Baca juga  Maratua Jazz Hendak Diambil Pemprov Kaltim, Rudi: Itu Aset Kami

Dedy tidak ingin, genangan air kembali merendam permukiman warga, fasilitas publik hingga ruas-ruas jalan seperti yang terjadi di awal tahun 2025 lalu.

“Misalnya hujan memang deras, dan air terpaksa menggenang. Semoga durasi genangannya sudah tidak selama dulu lagi. Bisa lebih cepat surut, dan tidak memberikan dampak yang lebih besar untuk masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan pembangunan drainase selalu berkejaran dengan perkembangan kota. Selain itu alih fungsi lahan yang menghilangkan ruang hijau menjadi pemicu utama munculnya titik-titik banjir baru.

Baca juga  Penyerahan Rekomendasi LKPJ Bupati, DPRD Berau Tegaskan Bukan Sebatas Formalitas

Meski begitu, dikatakannya sejumlah titik sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan positif. Genangan di kawasan Kedaung telah teratasi sepenuhnya. Begitu pula di wilayah Albina dan Pulau Semama yang sebelumnya kerap tergenang, kini mengalami penurunan signifikan. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait