NUSANTARA TERKINI — Sebagai kota industri dengan keterbatasan lahan, Balikpapan menghadapi tantangan besar dalam menyediakan pangan secara mandiri.
Sebagian besar karakter tanah di wilayah ini didominasi jenis podsolik yang memiliki tingkat keasaman tinggi dan rendah unsur hara, sehingga sulit untuk dijadikan lahan pertanian produktif.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Melalui intervensi teknologi pertanian dan rehabilitasi lahan, kawasan Gunung Binjai di Balikpapan Timur kini mulai disulap menjadi sentra produksi padi yang menjanjikan.
“Perluasan lahan ini sangat penting untuk memperkuat produksi dalam daerah. Ketergantungan pangan kita yang mencapai 80 persen dari luar daerah harus ditekan secara bertahap,” ujar Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, Minggu (12/4/26).
Tekan Harga Melalui Kemandirian Pangan
Ketergantungan tinggi pada pasokan luar daerah selama ini menjadi pemicu fluktuasi harga pangan di pasar lokal.
Dengan mengoptimalkan lahan podsolik menjadi sawah produktif, Pemkot Balikpapan berharap ketersediaan stok pangan lebih stabil sehingga harga di tingkat konsumen dapat lebih terjaga.
Saat ini, luas lahan pertanian di Gunung Binjai telah berkembang dari 26 hektare menjadi 40 hektare. Pemerintah menargetkan perluasan hingga mencapai 50 hektare dalam beberapa tahun ke depan.
Fokus pengembangan ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi saat terjadi gangguan distribusi pangan dari luar Kalimantan.
“Ketergantungan ini tidak bisa hilang dalam waktu singkat, tetapi stabilitas harga bisa kita jaga jika produksi lokal terus meningkat,” tambah Bagus.
Target Infrastruktur hingga 2027
Selain fokus pada kualitas tanah, pemerintah daerah juga masif melakukan intervensi di sektor hulu. Sejak tahun 2025, pembangunan jalan usaha tani dan pencetakan sawah baru terus dikebut.
Hal ini dilakukan agar akses distribusi hasil panen dari lahan pertanian menuju pasar menjadi lebih efisien.
Hingga tahun 2027 mendatang, Pemkot Balikpapan telah memprogramkan pembangunan jaringan irigasi yang lebih modern.
Jaringan ini sangat krusial untuk memastikan pasokan air konsisten, mengingat tanah podsolik memerlukan manajemen air yang ketat agar unsur hara tetap terjaga.
“Melalui kombinasi perluasan lahan dan penguatan infrastruktur ini, Balikpapan optimis dapat meningkatkan kemampuan produksi sendiri,”tegasnya.
Langkah bertahap ini diharapkan mampu merubah wajah Balikpapan dari sekadar kota industri menjadi kota yang memiliki kemandirian pangan yang kuat.(*/Rusdiono/NT)





