Soliditas Struktur dan Kaderisasi Jadi Fokus Utama, PKS Kaltara Siapkan ‘Amunisi’ Menuju Pemilu 2029

diterbitkan: Senin, 25 Agustus 2025 09:05 WITA
Ketua DPW PKS Kaltara, Asep Mahmudin menyampaikan sambutan di Muswil III PKS Kaltara.

TANJUNG SELOR – Musyawarah Wilayah (Muswil) III Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Utara (Kaltara) secara resmi telah ditutup dengan rangkaian prosesi pengukuhan pengurus PKS Kaltara di Tanjung Selor pada Ahad (24/8/2025).

Lewat muswil dengan tema ‘Kokoh Bersama Majukan Kaltara untuk Indonesia’ ini, Asep Mahmudin terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kaltara menggantikan Muhammad Nasir yang naik menjadi Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PKS Kaltara.

Asep mengatakan ada beberapa pesan khusus dari Presiden PKS kepada pengurus wilayah, mulai dari kesolidan struktur yang harus tetap diperkuat, hingga kader-kaderisasi menjadi program utama yang akan terus diperkuat sebagai ‘amunisi’ menuju pesta demokrasi berikutnya.

“Selanjutnya untuk pemenangan pemilu dengan target-target yang nanti akan kami rancang pada saat rakerwil (rapat kerja wilayah),” ujar Asep saat ditemui usai muswil tersebut.

Kesolidan struktur ini dinilai penting sebagai langkah ini akan dapat menguatkan mesin politik PKS. Karena PKS selama ini terkenal dengan solid kadernya, sehingga dengan soliditas ini maka PKS akan kuat untuk mencapai target-target ke depan.

Baca juga  Libur Lebaran, Disdukcapil Bulungan Tetap Layani Masyarakat 

“Pada Pemilu 2024, kami mendapatkan 4 kursi di provinsi (DPRD Kaltara) dan 11 kursi di kabupaten/kota. Target kami di sini dapat terus meningkat, tapi untuk target ke depan untuk detailnya akan kami bahas di rakerwil,” jelasnya.

Pada prinsipnya, PKS terus menerima kader yang siap bersama-sama untuk memperkuat PKS pada pesta demokrasi ke depannya baik di pemilu maupun pilkada.

Sementara itu, Ketua MPW PKS Kaltara, Muhammad Nasir menegaskan bahwa apa yang dilaksanakan pada hari ini bukan hanya sekedar muswil, melainkan bagian dari regenerasi di tubuh PKS, khususnya PKS Kaltara.

“Sudah menjadi sunatullah dalam sebuah organisasi itu harus ada yang namanya regenerasi. Keberlanjutan perjuangan tidak akan dapat kita lanjutkan tanpa ada estafet perjuangan,” tegas pria yang juga anggota DPRD Kaltara ini.

Baca juga  Buka Mubes VI KKDKB, Gubernur Kaltara Ajak Masyarakat Perkuat Budaya

Nasir mengaku yakin bahwa kepemimpinan atau kepengurusan yang baru hasil muswil III ini akan mampu membawa PKS Kaltara menjadi semakin besar dan maju ke depannya.

REGENERASI KEPEMIMPINAN

Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf mengatakan, pelaksanaan muswil sebagaimana yang termuat dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) PKS merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

“Inilah regenerasi kepemimpinan partai di wilayah. Muswil hari ini menjadi penanda bahwa anggota Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) beserta seluruh jajaran pengurus DPW masa bakti 2020-2025 secara resmi dinyatakan demisioner,” tuturnya.

Terhadap kader, khususnya pengurus yang baru dipastikan memiliki komitmen pada nilai bersih, peduli dan profesional. Kemudian, siap melaksanakan program dan arahan kebijakan pusat, yakni kader-kaderisasi dan pemenangan pemilu.

Baca juga  Gempa Tektonik Magnitudo 4,0 Guncang Tenggara Tarakan, Terasa Sampai Tanjung Selor

Ini dilakukan melalui pelaksanaan peningkatan kualitas bagi kader dan kaderisasi terkait dengan pelayanan publik yang merupakan buah dari kemenangan pemilu. Karena dari kemenangan pemilu pihaknya melakukan pelayanan publik.

“Struktur yang solid, kader yang militan, kerja sama kolektif akan dirawat Partai Keadilan Sejahtera menuju kemenangan di Pemilu 2029,” tuturnya.

Al Muzzammil Yusuf pun mengingatkan kepada pengurus DPW agar bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintahan daerah masing-masing dalam rangka menyukseskan berbagai program pemerintah pusat, seperti program makan bergizi gratis, sekolah rakyat dan koperasi desa/kelurahan merah putih.

“Jalankan fungsi pengawasan, jaga sikap kritis konstruktif dan solutif di daerah. Tetap sejalan dengan amanat Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan 15 Agustus 2025, yang mana anggota koalisi, seluruh komponen bangsa tidak terkecuali tetap bersikap kritis, konstruktif, solutif kepada pemerintah,” pungkasnya. (**)

Bagikan:
Berita Terkait