Terik Matahari Meningkat, BMKG Berau Ingatkan Pentingnya Sunscreen dan Payung Saat di Luar Rumah

diterbitkan: Sabtu, 9 Mei 2026 09:00 WITA
Kemarau Kaltim, Kemarau Berau
Kondisi Terik Matahari di Kabupaten Berau mengalami peningkatan sepekan terakhir. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Masyarakat Kabupaten Berau diminta untuk tidak menganggap enteng kenaikan suhu udara yang mulai terasa belakangan ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi wilayah Bumi Batiwakkal akan segera memasuki musim kemarau secara bertahap mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026.

Mengingat suhu udara yang diprediksi akan terus meningkat selama masa transisi atau pancaroba ini, BMKG merilis panduan khusus bagi warga guna menjaga kesehatan dan kenyamanan beraktivitas.

Lindungi Diri dari Paparan Sinar UV

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap perlindungan diri saat berada di luar ruangan.

Baca juga  Legislatif Desak Penangkaran Buaya di Berau Segera Direalisasikan

Penggunaan tabir surya (sunscreen) sangat disarankan untuk melindungi kulit dari sengatan sinar ultraviolet yang bisa berakibat buruk pada kesehatan jangka panjang.

“Kami menyarankan masyarakat menggunakan pelindung diri seperti payung atau topi saat harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, batasi aktivitas luar ruangan di bawah terik matahari langsung, terutama pada siang hari saat suhu mencapai puncaknya,” ujar Ade.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi hingga kelelahan akibat panas (heat exhaustion) yang sering menyerang warga saat peralihan musim.

Baca juga  Final! Porprov VIII Kaltim 2026 Resmi Digelar November di Kabupaten Paser

Antisipasi Kekurangan Air

Selain faktor kesehatan fisik, BMKG juga menyoroti ketersediaan air bersih. Bagi warga yang tinggal di daerah tadah hujan atau yang selama ini bergantung pada sumber air permukaan, disarankan untuk mulai melakukan manajemen air sejak dini.

“Mulailah menampung air sebagai cadangan pasokan. Budaya hemat air harus diterapkan karena intensitas hujan akan terus berkurang dalam beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Larangan Tegas Membakar Lahan

Di sisi lain, Ade Heryadi juga memberikan peringatan keras terkait risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang selalu membayangi setiap musim kemarau.

Baca juga  BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

Ia menegaskan agar tidak ada warga yang melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Melakukan pembakaran saat membuka lahan atau kebun sangat tidak dibenarkan. Hal ini tidak hanya memicu risiko kebakaran yang tidak terkendali, tetapi juga memperparah suhu lingkungan dan menciptakan polusi udara yang merugikan semua pihak,” tegasnya.

Berdasarkan jadwal BMKG, wilayah seperti Tabalar, Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk akan menjadi daerah pertama yang memasuki fase awal kemarau pada pertengahan Juni ini.

Sementara wilayah perkotaan seperti Tanjung Redeb diprediksi menyusul pada pertengahan Juli mendatang.(Red/NT)

Bagikan:
Berita Terkait