Sungai Kayan Meluap, BPBD Peringatkan Orang Tua untuk Awasi Anak Bermain Air

diterbitkan: Senin, 19 Mei 2025 07:45 WITA
Pemantauan level air Sungai Kayan. Foto: Istimewa.

TANJUNG SELOR – Debit Sungai Kayan terus meningkat seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan hilir yang rawan terdampak banjir.

BPBD mengingatkan bahwa bencana banjir bukan hanya soal genangan air. Ancaman lain seperti arus deras, instalasi listrik, hingga minimnya kesiapan warga dapat memperparah dampak.

Baca juga  Realisasi Investasi Kaltara Triwulan I-2025 Tembus Rp6,41 Triliun

Peringatan secara khusus ditujukan kepada para orang tua agar tidak lengah mengawasi anak-anak yang kerap bermain air, baik di jalan-jalan, sungai atau parit saat hujan mengguyur.

“Orang tua diminta menjaga dan mengawasi anak-anaknya, jangan biarkan anak-anak bermain di sungai, parit atau bermain di arus yang deras,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Rapidin, Senin (19/5/2025).

Selain itu, warga diminta menjauh dari sumber-sumber listrik saat banjir terjadi, guna mencegah risiko tersengat arus. Rapidin juga mengimbau agar masyarakat menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan pokok seperti air minum, makanan ringan, obat-obatan, senter, dan pakaian ganti. Menurutnya, kesadaran untuk mempersiapkan kebutuhan dasar sebelum bencana datang masih rendah di masyarakat.

Baca juga  Gagalkan Penyeludupan Puluhan Kg Sabu, Polda Kaltara Sebut Jaringan Internasional

“Menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan pokok seperti air minum, makanan ringan, obat-obatan, senter dan pakaian ganti,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca dan kondisi sungai melalui kanal resmi seperti BPBD, BMKG, serta pemerintah desa atau kelurahan.

“Selalu pantau informasi dari sumber resmi,” katanya.

BPBD memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk penanganan cepat apabila banjir benar-benar terjadi. Namun, Rapidin menegaskan, kesiapan masyarakat menjadi kunci utama meminimalkan risiko. (*)

Baca juga  Puncak Hujan dan Ancaman Banjir Rob Jelang Nataru, Warga Kaltim Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Bagikan:
Berita Terkait