Tantangan Kartini Modern: Saatnya Perempuan Berau Melek Digital dan Berani Bersuara di Publik

diterbitkan: Selasa, 21 April 2026 09:41 WITA
Talkshow Hari Kartini di Berau dorong peran perempuan dalam pembangunan, kepemimpinan, dan kemandirian ekonomi.

NUSANTARA TERKINI – Peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 di Kabupaten Berau menjadi momentum penting bagi kaum perempuan untuk naik kelas.

Tak lagi sekadar seremoni mengenakan kebaya, perempuan di Bumi Batiwakkal kini ditantang untuk lebih berani mengambil peran strategis, melek terhadap akses layanan publik, serta meningkatkan kapasitas diri di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Semangat tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk “Pendidikan Perempuan, Kepemimpinan, dan Pengalaman Akses Layanan Publik” yang digelar Pemerintah Kabupaten Berau melalui DPPKBP3A di ruang RPJPD Bapelitbang, Selasa (21/4/2026).

Mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Asisten Administrasi Umum Setda Berau, Maulidiyah, menegaskan bahwa perjuangan Raden Ajeng Kartini harus dimaknai ulang.

Baca juga  Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah di Kaltim Disebut Bisa Capai Rp6 Triliun

Menurutnya, Kartini modern adalah mereka yang mampu mendobrak batasan diri tanpa melupakan akar keluarganya.

“Peringatan Hari Kartini bukan hanya tentang mengenang, tetapi bagaimana kita memaknai perjuangan beliau dalam konteks kekinian. Perempuan harus berani bersuara dan melek terhadap hak-haknya, termasuk dalam mengakses layanan publik,” ujar Maulidiyah.

Mengasah Kepemimpinan Berbasis Empati

Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam pembangunan bukan lagi sekadar pelengkap atau pemenuh kuota.

Kepemimpinan perempuan diakui memiliki keunggulan tersendiri karena sentuhan empati, ketelitian, dan komunikasi yang inklusif.

Baca juga  BMKG Kaltim Prediksi Curah Hujan Tinggi di Kutai Barat Awal Mei 2026

Talkshow ini menghadirkan perspektif dari berbagai sudut pandang, mulai dari akademisi Aji Ratna Kusuma yang menyoroti pentingnya pendidikan dan demokrasi, hingga Farida, pemilik King Madu Borneo, yang berbagi kisah sukses tentang kemandirian ekonomi pelaku usaha perempuan lokal.

“Kepemimpinan perempuan bukan hanya soal jabatan formal, tetapi bagaimana pengaruh kita bisa membawa perubahan positif mulai dari lingkungan terkecil hingga masyarakat luas,” tambah Maulidiyah.

Membangun Jaringan dan Kemandirian

Acara yang dihadiri berbagai komunitas perempuan, organisasi wanita, hingga pegiat sosial ini menjadi ruang refleksi bersama.

Para peserta diajak untuk tidak hanya hadir sebagai penonton dalam pembangunan daerah, tetapi menjadi aktor aktif yang mampu memanfaatkan teknologi dan kebijakan pemerintah untuk kemajuan bersama.

Baca juga  Atasi Krisis Regenerasi, Pemuda Tani Indonesia Berau Gelar Sekolah Tani Muda Perdana

Ajakan untuk terus belajar dan tidak cepat menyerah menjadi benang merah dalam pertemuan tersebut. Semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” kembali digelorakan sebagai pengingat bahwa jalan menuju kesetaraan dan kemandirian masih panjang, namun sangat mungkin dicapai jika perempuan saling menguatkan.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Berau berharap lahir generasi “Kartini Baru” yang tidak hanya berdaya secara individu, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah di masa depan.(Ika/NT)

Bagikan:
Berita Terkait