Saatnya yang Muda Bertani, Brigade Pangan Anggana Buktikan Pertanian Itu Keren

diterbitkan: Kamis, 14 Mei 2026 08:40 WITA
Brigade Pangan
Kunjungan Tenaga Ahli Kementaan RI ke lokasi Brigade Pangan (BP) Oplah Anggana, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana. (Foto: BRMP Kaltim)

NUSANTARA TERKINI – Citra pertanian yang identik dengan kerja keras manual dan panas-panasan mulai digeser oleh kehadiran teknologi modern.

Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, R. Sonny Soerojo, menegaskan bahwa sektor pertanian di Kalimantan Timur, khususnya di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara harus mampu menjadi magnet bagi generasi milenial melalui program Brigade Pangan.

Dalam kunjungannya ke lokasi Brigade Pangan (BP) Oplah Anggana, Desa Sidomulyo, Sonny menyatakan bahwa regenerasi petani adalah kunci keberlanjutan pangan nasional.

Menurutnya, Brigade Pangan bukan sekadar program peningkatan produksi, melainkan ruang pembuktian bahwa bertani di era modern bisa dilakukan dengan cara yang jauh lebih efisien, cerdas, dan menjanjikan secara ekonomi.

Baca juga  Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Belum Bisa Terealisasi di Tahun Ini

Magnet Teknologi untuk Milenial

Penerapan teknologi pertanian modern di BP Sidomulyo Sejahtera menjadi instrumen utama untuk menarik minat anak muda.

Dengan mekanisasi lahan, penggunaan alat mesin pertanian (alsintan), dan sistem pemantauan yang lebih terstruktur, anak muda tidak lagi memandang sawah sebagai tempat kerja yang melelahkan secara fisik.

“Brigade Pangan harus mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi ruang regenerasi petani muda melalui penerapan teknologi pertanian modern,” ujar Sonny Soerojo saat berdialog dengan para Pemuda Tani Milenial di lapangan, pada Rabu (13/5/26).

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kaltim, Ahmad Subhan, menambahkan bahwa dukungan teknologi ini terbukti mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) menjadi minimal IP 200.

Baca juga  Kutai Barat Dianggap Terlalu Jauh, Formasi Dokter Spesialis RSUD HIS Tak Dilirik

Hal ini memberikan peluang bagi petani muda untuk mengelola lahan secara profesional dan berkelanjutan.

Mengubah Pola Pikir dan Kesejahteraan

Selain urusan teknis di lapangan, kunjungan ini juga menyoroti pentingnya stabilitas pemasaran hasil panen. Para petani muda di Anggana kini didorong untuk memahami standar kualitas pasar, termasuk syarat kadar air gabah maksimal 25 persen agar dapat diserap secara optimal oleh BULOG.

Kemitraan strategis dengan BULOG dipandang sebagai jaminan bahwa hasil keringat para petani muda akan dihargai dengan layak.

Dengan kepastian harga dan pemasaran, sektor pertanian diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata oleh generasi muda sebagai pilihan karier.

Salah seorang petani peserta pertemuan mengungkapkan rasa optimisnya. “Kami sangat terbantu dengan dukungan Brigade Pangan, terutama dalam pendampingan usaha tani. Ini memberi harapan baru bahwa menjadi petani bisa lebih sejahtera,” ungkapnya.

Baca juga  Lawan Politik Dinasti, Aliansi Rakyat Kaltim Tagih Kejelasan Hak Angket ke DPRD

Evaluasi dan Keberlanjutan

Kunjungan ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap program optimalisasi lahan (oplah) yang sudah berjalan sejak 2025.

Pemerintah optimistis, dengan keterlibatan aktif petani muda yang melek teknologi, ketahanan pangan di Kalimantan Timur akan semakin kokoh.

Program Brigade Pangan diharapkan tidak hanya berhenti pada pemantauan lahan, tetapi terus bertransformasi menjadi inkubator bisnis pertanian bagi pemuda di Bumi Etam.

Dengan demikian, wajah pertanian Indonesia di masa depan akan berada di tangan generasi yang inovatif dan kompetitif.(Red/NT)

Bagikan:
Berita Terkait