Tapal Batas Berau-Kutim Memanas, Pasukan Gabungan Siap Diterjunkan Pemkab

diterbitkan: Kamis, 5 Maret 2026 07:00 WITA
Foto: Aparat kepolisian dan TNI diminta Pemkab Berau amankan batas wilayah Berau-Kutim.

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau segera mengerahkan personel keamanan gabungan ke kawasan Kampung Biatan Ilir dan Biatan Ulu.

Langkah taktis ini diambil guna meredam tingginya tensi sengketa tapal batas wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur.

Sekretaris Kabupaten Berau Muhammad Said, memastikan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk provokasi yang memicu bentrokan fisik antarkelompok masyarakat.

Baca juga  Satlantas Polres Berau Cek Kelayakan Angkutan Umum dan Logistik Jelang Mudik Lebaran

Ia langsung menggelar rapat darurat bersama jajaran aparat desa setempat untuk menyusun skema pengamanan terpadu.

Pemerintah daerah kini tengah merampungkan surat permohonan resmi kepada seluruh institusi keamanan di Berau.

“Kami akan meminta pengamanan kepada seluruh kesatuan yang ada di Berau baik TNI, Polri, Brimob, Armed maupun Satpol PP,” tegas Said Rabu (4/3/26).

Baca juga  Polda Kaltara Ungkap 14,9 Kg Sabu dari 17 Kasus, Begini Pesan Kapolda Hary Sudwijanto

Cegah Gesekan Fisik di Lapangan

Pengerahan pasukan skala besar ini menjadi langkah preventif paling mendesak untuk menjaga kondusivitas sosial di wilayah perbatasan.

Said menyatakan, kehadiran aparat bersenjata lengkap sangat krusial agar gesekan emosional warga tidak meledak menjadi konflik horizontal berdarah.

Pemerintah kecamatan dan kepala kampung terkait juga telah diinstruksikan untuk proaktif memantau pergerakan massa di wilayah masing masing.

Baca juga  Pawai Budaya Peringati Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak, Wujud Pelestarian Warisan Budaya

Bahkan mereka sepakat mendirikan posko khusus yang akan difungsikan sebagai markas sementara bagi para personel keamanan yang bertugas.

Said menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menekan potensi eskalasi kekerasan sekecil apa pun di lokasi sengketa.

“Untuk menjaga kondisi di lapangan agar tidak terjadi konflik horizontal,” ujarnya.(*)

Bagikan:
Berita Terkait