Puncak Harkannas 2025, Bupati Minta Optimalisasi Produksi Perikanan Berau

diterbitkan: Minggu, 23 November 2025 05:15 WITA
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam penutupan Harkkannas 2025 (IST)

BERAU – Penutupan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2025 dilaksanakan di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb pada Minggu (23/11/2025). Dalam acara yang dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas itu, isu pengoptimalan produksi perikanan di Berau kembali disuarakan.

Sri Juniarsih menerangkan, Peringatan Harkannas ke-12 ini harus dijadikan sebagai momentum untuk memacu semangat pengembangan potensi perikanan di Bumi Batiwakkal. Terutama perikanan yang bersumber dari sektor kelautan di Berau.

Baca juga  Kapolri Perintahkan Divpropam Tes Urine Serentak Seluruh Personel Polri

“Untuk mengoptimalkan upaya menyejahterakan masyarakat, sektor perikanan dari laut harus bisa dimaksimalkan. Potensinya sangat besar,” kata Bupati.

Potensi sektor perikanan di Berau sejatinya sudah tidak bisa lagi diragukan. Pasalnya, pada tahun 2024 lalu, Kabupaten Berau berhasil meraih penghargaan terbaik dua bidang kelautan dan perikanan kategori Kabupaten. Pencapaian ini tentu menjadi kebanggaan, namun sekaligus juga menjadi tantangan untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan dampak nyata di masyarakat dan pelaku usaha perikanan

Baca juga  Diskoperindag Berau Pastikan Siap Beri Pendampingan Penuh Bagi Perajin Tenun di Bumi Batiwakkal

“Jadi, meskipun sudah diakui lewat penghargaan, kita tidak boleh merasa puas. Justru ini tantangan baru, bagaimana setidaknya kita bisa mempertahankan prestasi tersebut,” tegas dia.

Bupati Sri Juniarsih juga memaparkan data potensi perikanan Berau, di mana produktivitas perikanan perairan laut mencapai 35 ribu ton per tahun. Selain itu, penangkapan perairan umum tercatat sembilan ribu ton per tahun, dan potensi perikanan budidaya mencapai 32 ribu ton per tahun.

Baca juga  Pesan Bupati Bulungan Syarwani saat Hadiri Perayaan Natal Masyarakat Toraja

Angka produksi laut yang melimpah ini menuntut perhatian serius dalam penanganannya agar dapat terpelihara dengan bijaksana dan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. (adv)

 

Bagikan:
Berita Terkait