Ini Kronologis Kecelakaan Pesawat Angkutan BBM di Wilayah Krayan Timur

diterbitkan: Jumat, 20 Februari 2026 08:13 WITA
Proses evakuasi pesawat pengangkut BBM yang jatuh di Krayan.

NUNUKAN – Kecelakaan pesawat angkutan bahan bakar minyak (BBM) milik Pelita Air dengan nomor penerbangan PAS 7101 registrasi PK-PPA pada Kamis (19/2/2026) siang menelan korban jiwa.

Berdasarkan kronologis yang dihimpun Polsek Krayan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.15 Wita di wilayah Gunung Pa’belaban, Desa Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pesawat yang melayani rute Long Bawan – Tarakan itu sebelumnya tiba di Bandara Long Bawan sekitar pukul 11.00 Wita dari Tarakan dengan membawa muatan BBM jenis Pertalite sebanyak kurang lebih 4.000 liter.

Baca juga  Ditabrak Kapal Ponton, Warga Akui Jembatan Salimbatu Sempat Goyang

Setelah melakukan proses bongkar muatan, sekitar pukul 12.10 Wita pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan.

Tidak lama setelah lepas landas, pihak bandara menerima laporan adanya pesawat jatuh di sekitar Desa Pabetung, Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur.

Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Krayan bersama unsur TNI, BPBD Kecamatan Krayan, Satpol PP, serta pihak maskapai segera menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan evakuasi.

Baca juga  DAU Infrastruktur Tak Disalurkan, Pemprov Kaltara Harus Lakukan Penyesuaian

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 Wita dan mendapati pesawat dalam kondisi terbakar. Di lokasi kejadian ditemukan pilot pesawat, Capt. Hendrick L. Adam dalam kondisi meninggal dunia dan berada di dalam badan pesawat.

Selanjutnya pada pukul 16.00 Wita, korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Pratama Kecamatan Krayan untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga  507 Orang Calon PPPK Tahap II Pemprov Kaltara Bakal Ikuti Seleksi CAT

Selama proses evakuasi berlangsung, situasi dalam keadaan aman dan terkendali. Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah pengamanan lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tersebut. Saat ini masih dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (**)

Bagikan:
Berita Terkait