NUSANTARA TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau kini tengah serius menggodok rencana besar untuk mengangkat kisah hidup pahlawan nasional kebanggaan daerah, Raja Alam, ke layar lebar.
Proyek ambisius ini bukan sekadar produksi film biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan sekaligus memperkenalkan sejarah lokal Bumi Batiwakkal ke seluruh penjuru Nusantara.
Plt Kepala Disbudpar Berau, Warji, menjelaskan, film ini diharapkan mampu membawa sosok Raja Alam menjadi inspirasi bagi masyarakat luas secara nasional.
Melalui film, pesan perjuangan dan sejarah yang selama ini tersimpan dalam catatan daerah dapat dinikmati dengan lebih modern dan menyentuh.
“Harapan kami, sosok Raja Alam ini bisa menjadi inspirasi nasional. Selama ini kami ingin nilai-nilai perjuangan beliau bisa diketahui masyarakat luas melalui media film,” ujarnya.
Warji menegaskan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap gagasan ini.
Baginya, visi tersebut sangat selaras dengan tugas pemerintah dalam menjaga kelestarian sejarah dan budaya daerah.
Namun, ia juga memberikan catatan penting, realisasi proyek monumental ini memerlukan ketelitian dan waktu yang cukup.
“Tapi proses realisasinya tidak bisa dilakukan secara terburu-buru,” katanya.
Salah satu tantangan utama dalam produksi ini berkaitan dengan mekanisme pembiayaan.
Mengingat anggaran yang diusulkan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), setiap tahapan produksi harus tunduk pada regulasi ketat mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Kehati-hatian menjadi kunci utama agar niat mulia ini tetap berdiri di atas landasan hukum yang tepat.
“Kami sudah melihat proposalnya. Namun ada mekanisme dan aturan yang harus dipahami bersama. Ini menyangkut uang negara, jadi harus hati-hati,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, Disbudpar Berau berencana melakukan verifikasi mendalam terhadap proposal yang masuk.
Koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga akan dilakukan demi memastikan alokasi anggaran tepat sasaran dan tidak menyalahi aturan hukum yang berlaku.
Dengan persiapan yang matang, film ini diharapkan tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga identitas sejarah yang kuat.
“Kami berharap film tentang Raja Alam tidak hanya menjadi karya monumental bagi daerah, tapi juga mampu memperkuat identitas sejarah Berau di tingkat nasional,” pungkasnya. (Adv)





