Kejar Target 2027, Pemprov Kaltim Kebut Alirkan Listrik PLN ke 72 Desa Tersisa

diterbitkan: Selasa, 10 Maret 2026 06:59 WITA

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat pemerataan akses energi di seluruh pelosok daerah. Dengan sisa 72 desa yang belum terjamah jaringan listrik PLN, Pemprov Kaltim optimistis target rasio elektrifikasi desa 100 persen dapat terwujud pada tahun 2027.

Optimisme ini didorong oleh tren positif dalam pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) tahun anggaran 2025–2026. Melalui kolaborasi strategis dengan PLN, pemerintah daerah menargetkan wilayah-wilayah terpencil agar segera merdeka dari kegelapan.

Baca juga  Rehabilitas RTLH, Pemprov Kaltim Serahkan 150 Unit untuk Masyarakat Paser

Capaian Signifikan dalam Setahun

Dalam satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, progres elektrifikasi pedesaan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tercatat, sebanyak 38 desa baru telah berhasil dialiri listrik dari PLN.

Berdasarkan data Pemprov Kaltim, dari total 1.038 desa di wilayah tersebut, sebelumnya baru 928 desa yang menikmati listrik PLN. Sementara 110 desa lainnya masih bergantung pada sumber listrik non-PLN yang kerap kali terbatas dan berbiaya tinggi.

Baca juga  Masalah Data Kapal Jadi Hambatan Pembukaan Gerai Perizinan Pesisir Berau

Berkat intervensi Program Lisdes selama setahun terakhir, jumlah desa yang belum teraliri jaringan PLN kini menyusut tajam menjadi 72 desa.

Misi Menggerakkan Roda Ekonomi Desa

Penyelesaian sisa 72 desa ini kini menjadi fokus utama Pemprov Kaltim menuju target 2027. Program Lisdes tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur fisik, melainkan langkah krusial untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga  Intip Beda Fasilitas Mobil Dinas Mewah Gubernur Kaltim dengan Mobil Presiden

Dengan masuknya pasokan listrik yang stabil 24 jam, pemerintah berharap roda ekonomi di wilayah pedesaan dapat berputar lebih cepat. Selain itu, ketersediaan energi ini diproyeksikan akan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat desa terhadap fasilitas pendidikan, layanan kesehatan yang memadai, hingga pemerataan teknologi informasi.

Bagikan:
Berita Terkait