NUSANTARA TERKINI – Keterbatasan tenaga dokter spesialis masih menjadi tantangan serius bagi peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Barat.
RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) mengakui bahwa pemenuhan sumber daya manusia (SDM) ahli medis di wilayah ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang belum tuntas.
Berbagai upaya formal telah ditempuh manajemen rumah sakit, termasuk mengusulkan formasi dokter spesialis melalui jalur seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Namun, hasilnya jauh dari harapan lantaran minimnya minat pelamar yang mendaftar untuk bertugas di Bumi Taaani.
Stigma Faktor Geografis
Direktur RSUD HIS, Nyoman Sumahardika, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang membuat tenaga medis enggan melamar adalah letak geografis Kutai Barat yang dianggap terlalu jauh dari pusat kota.
“Sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pemenuhan SDM ini, sama seperti di rumah sakit lain, sudah memasukkan formasi CPNS untuk dokter spesialis, tapi tidak ada yang melamar,” ujar Nyoman, Sabtu (28/3/26).
Kondisi tersebut membuat manajemen rumah sakit tidak bisa hanya berpangku tangan pada satu jalur rekrutmen.
Nyoman menjelaskan bahwa jarak tempuh dan akses transportasi menjadi pertimbangan besar bagi para dokter spesialis sebelum memutuskan untuk mengabdi di daerah.
Strategi Alternatif dan Jaringan Profesional
Guna menyiasati nihilnya pelamar jalur formal, RSUD HIS mulai menempuh langkah-langkah alternatif. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan jaringan profesional atau koneksi pribadi antar tenaga medis.
Strategi “jemput bola” ini dinilai lebih efektif dalam menarik minat dokter dari luar daerah.
“Seperti beberapa waktu lalu, kami bisa dapat dokter spesialis penyakit dalam itu dari koneksi teman,” imbuhnya.
Selain itu, manajemen terus berupaya meningkatkan fasilitas penunjang bagi tenaga medis. Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dianggap sebagai instrumen penting untuk menarik minat sekaligus mempertahankan dokter agar bersedia bertugas dalam jangka panjang di Sendawar.
Komitmen Layanan di Tengah Keterbatasan
Meskipun dihadapkan pada tantangan geografis yang berat, RSUD HIS berkomitmen untuk terus memodernisasi fasilitas kesehatan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Harapannya, dengan kelengkapan fasilitas medis yang semakin mumpuni, para dokter spesialis akan lebih tertarik untuk datang.
“Harapan kami tentu ke depan pelayanan kesehatan di Kutai Barat bisa semakin optimal, seiring terpenuhinya kebutuhan dokter spesialis yang selama ini masih terbatas,” pungkasnya.(*)





