NUSANTARA TERKINI – Sektor perikanan Kabupaten Berau menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Meski isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi hantu menakutkan bagi para nelayan sepanjang tahun 2025, angka produksi ikan di Bumi Batiwakkal justru tercatat melonjak tajam hingga menembus angka 30.196,71 ton.
Capaian ini merupakan lompatan signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, pada tahun 2022 total produksi (tangkap dan budidaya) berada di angka 26.693 ton, dan merangkak naik ke angka 28.836 ton pada tahun 2023.
Anomali di Tengah Kelangkaan
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Madjid, mengakui bahwa kelangkaan BBM tetap menjadi kendala serius yang menghambat optimalisasi hasil tangkap. Namun, etos kerja nelayan yang tinggi membuat target produksi tetap terlampaui.
“BBM ini memang kendala, kuotanya disiapkan BP Migas dan kita terus berkoordinasi agar kebutuhan nelayan tercukupi,” ungkap Madjid, Rabu (1/4/26)
Pemerintah daerah menyadari bahwa potensi perikanan Berau bisa jauh lebih besar dari 30 ribu ton jika kendala energi ini tuntas teratasi.
Kelangkaan BBM tidak hanya membatasi daya jelajah kapal nelayan, tetapi juga meningkatkan biaya operasional mereka.
Digitalisasi Sebagai Solusi Kebocoran
Untuk memutus rantai kelangkaan dan memastikan subsidi tepat sasaran, Diskan Berau kini mewajibkan nelayan untuk “melek digital”. Penggunaan sistem barcode untuk pengisian BBM jenis Pertalite dan Solar kini mulai diperketat.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, nelayan harus melek digitalisasi. Dengan sistem barcode, kita harap tidak ada lagi kebocoran-kebocoran distribusi ke pihak yang tidak berhak,” tegas Madjid.
Selain urusan bahan bakar, Pemkab Berau juga terus menyalurkan bantuan sarana prasarana seperti jaring dan mesin kapal melalui skema Kelompok Usaha Bersama (KUB), serta mengupayakan bantuan tambahan dari Pemerintah Provinsi Kaltim.
Harapan Masa Depan
Dengan tren produksi yang terus naik, sektor perikanan diproyeksikan menjadi pilar utama ekonomi non-ekstraktif Berau di masa depan.
Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan BBM subsidi, tidak lagi menjadi penghambat bagi para pahlawan protein bangsa ini.(*/Andrikni/NT)





