NUSANTARA TERKINI – Kabupaten Kutai Kartanegara menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist atau MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Sekda Kukar Sunggono menegaskan bahwa, seluruh aspek teknis mulai dari arena perlombaan hingga akomodasi bagi para peserta telah dikembangkan secara matang, Jumat (3/4/2026).
Pemerintah daerah telah menetapkan 13 lokasi strategis yang tersebar di wilayah tersebut untuk menunjang kelancaran acara.
“Halaman Kantor Bupati Kukar akan difungsikan sebagai arena utama untuk rangkaian seremoni pembukaan dan penutupan,”ucapnya.
Lokasi tersebut juga menjadi pusat perlombaan bagi cabang Tilawah kategori anak, remaja, hingga dewasa. Sunggono memaparkan kesiapan ini dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Sekda Provinsi Kaltim.
Fasilitas dan Akomodasi Kafilah
Fasilitas lain yang disiapkan mencakup Pendopo Wakil Bupati, Aula Bappeda, serta sejumlah kantor kedinasan dan institusi pendidikan. Ruang Rapat DPRD hingga Ruang Dewan Masjid Indonesia juga masuk dalam daftar lokasi pertandingan.
Pemkab Kukar saat ini telah merampungkan pendataan terkait ketersediaan hotel dan penginapan bagi para kafilah yang akan datang.
“Pihak panitia juga memastikan kesiapan armada transportasi, layanan kesehatan, hingga katering bagi peserta,”jelasnya.
Ketua LPTQ Kaltim Sri Wahyuni memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat yang diambil oleh Pemkab Kukar. Ia menilai wilayah tersebut sudah sangat berpengalaman dalam menggelar agenda besar baik skala provinsi maupun nasional.
Standar Kualitas Penyelenggaraan
Sri mengingatkan agar penyelenggaraan di Kota Raja nantinya dikemas dengan cara yang sederhana namun tetap terlihat berwibawa.
Hal ini penting untuk menjaga marwah kompetisi yang kini sudah menggabungkan cabang MTQ dan STQH.
“Kukar sudah terbiasa menyelenggarakan berbagai acara, baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional”, kata Sri Wahyuni
Sementara itu, wakil Ketua II LPTQ Kaltim Dasmiah menekankan agar panitia mengadopsi standar kesuksesan saat Kaltim menjadi tuan rumah MTQ Nasional dua tahun lalu. Rujukan ini dianggap penting untuk mempertahankan kualitas kompetisi di daerah.
Dasmiah menyebutkan bahwa prestasi gemilang kafilah Kaltim di level internasional harus menjadi pelecut semangat bagi tuan rumah. Ia ingin Kukar menjadi standar baru dalam penyelenggaraan tingkat provinsi.(*/Rusdiono/NT)





