Majukan Pariwisata Bumi Batiwakkal, PUTRI Berau Lahir Jadi Jembatan Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

diterbitkan: Jumat, 1 Mei 2026 07:40 WITA
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.

NUSANTARA TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau resmi membentuk Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Cabang Berau. 

Pembentukan ini dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026), berbarengan dengan agenda workshop standarisasi usaha pariwisata.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengungkapkan, sebelumnya memang belum ada kepengurusan PUTRI di Bumi Batiwakkal.

Pihaknya juga baru pertama kali mengumpulkan para pelaku usaha serta pengelola pariwisata secara bersamaan.

Langkah ini diambil setelah pemerintah melihat potensi besar dari para pelaku usaha yang perlu diwadahi secara resmi.

Yudha menjelaskan, keberadaan organisasi ini menjadi kewajiban daerah karena sudah terbentuk di tingkat pusat dan provinsi.

Melalui PUTRI, pemerintah daerah berharap dapat menjalin kolaborasi yang lebih kuat dengan para pengusaha pariwisata.

Baca juga  BIMA ETAM Hadir di Berau, Sekkab Berau: Ini Kabar Baik Bagi Pelaku UMKM

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan masing-masing destinasi wisata yang ada di Kabupaten Berau.

“Setelah kita lihat potensinya, terus kita kumpulkan, kita sosialisasikan, ternyata luar biasa dan ini perlu diwadahi,” ungkap Yudha.

Sejumlah destinasi populer seperti Bidukbiduk, Maratua, hingga Derawan dinilai masih memerlukan peningkatan sarana dan prasarana penunjang.

Pemerintah berencana membuat nota kesepahaman (MoU) dengan para pelaku usaha untuk mendiskusikan bantuan infrastruktur yang dibutuhkan.

Salah satu persoalan mendesak yang ditemukan di lapangan adalah hampir seluruh unit usaha pariwisata belum memiliki izin.

Kondisi ini menjadi fokus utama Disbudpar agar para pelaku usaha segera mengurus legalitas operasional mereka.

Baca juga  Wisata Berau Makin Populer, Ribuan Kamar di Maratua Hingga Derawan Ternyata Masih Belum Cukup

Yudha mendorong seluruh pelaku usaha untuk segera membuat perizinan secara kolektif demi mendapatkan status hukum yang jelas.

Kehadiran PUTRI diharapkan dapat mempermudah proses administrasi perizinan yang selama ini dianggap sulit oleh para pelaku usaha.

Disbudpar berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh jika terdapat kendala dalam pengurusan dokumen resmi tersebut.

Sinergi ini akan memastikan setiap usaha wisata di Berau memiliki landasan legalitas yang kuat.

“Termasuk tadi masalah perizinannya kan, hampir semua belum ada izinnya,” katanya.

Organisasi PUTRI akan diposisikan sebagai perpanjangan tangan Disbudpar dalam memajukan dunia pariwisata, baik di kota maupun pelosok.

Kerja sama ini bertujuan agar tata kelola destinasi wisata menjadi lebih baik dan terstruktur di masa depan. 

Baca juga  Optimalkan Operasional Dermaga Sanggam, DPRD Berau Dorong Ada Penerjemah untuk Fasilitasi Wisatawan

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) profesional melalui berbagai pelatihan menjadi salah satu program prioritas utama.

Dengan SDM yang mumpuni, diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal dari lingkungan sekitar objek wisata.

Pemerintah juga berencana mendatangkan narasumber ahli untuk memberikan edukasi mendalam bagi para anggota organisasi tersebut.

Semua upaya ini dilakukan semata-mata untuk memajukan daya saing pariwisata Berau di tingkat yang lebih tinggi. 

Disbudpar juga siap memfasilitasi setiap kebutuhan yang muncul demi tercapainya pertumbuhan ekonomi melalui sektor jasa rekreasi.

Semangat kebersamaan antara pemerintah dan swasta menjadi kunci utama kesuksesan visi pariwisata daerah. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait