NUSANTARA TERKINI – Konflik bersenjata di Timur Tengah mulai membawa dampak buruk bagi pelaku usaha kecil dan menengah di tanah air. Harga bahan baku kemasan plastik melonjak tajam hingga menyentuh angka delapan puluh persen.
Kenaikan harga ini dipicu oleh kacaunya pasokan nafta sebagai turunan minyak bumi di pasar global. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat rantai distribusi tersendat.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyadari betul ancaman serius yang mengintai keberlangsungan operasional pedagang kecil. Ia mengaku telah menerima banyak aspirasi dan keluhan dari para pelaku usaha terkait meroketnya biaya bungkus produk.
“Kami akan siapkan mitigasinya,” ucap Maman pada Senin (6/4/26).
Maman kini terus menjalin komunikasi intensif bersama Kementerian Perdagangan. Mereka berupaya merumuskan langkah penanganan yang paling aman guna meredam dampak krisis pasokan ini.
Meski demikian ia belum bersedia merinci bentuk kebijakan teknis yang akan diambil pemerintah. Semuanya masih dalam tahap pembahasan awal antar instansi terkait.
DPR Desak Intervensi Pasar
Keresahan serupa juga memicu reaksi dari anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Firnando Ganinduto. Ia menuntut kementerian terkait segera mengambil langkah strategis yang cepat dan terukur.
Menurutnya pemerintah harus turun tangan mengendalikan harga pasar demi menyelamatkan napas usaha rakyat. Ia menyarankan adanya pengawasan distribusi bahan baku secara ketat sekaligus penguatan industri petrokimia nasional.
“Agar ketergantungan terhadap pasokan global bisa dikurangi,” kata Firnando.





