Bukti Kualitas Global, Kakao Berau Berhasil Pikat Valrhona dan Industri Cokelat Belanda

diterbitkan: Selasa, 7 April 2026 09:05 WITA
Petani kakao memetik hasil panen di kebun mereka (Foto: Disbun Kaltim)

NUSANTARA TERKINI — Kualitas biji kakao asal Kabupaten Berau kian mengukuhkan posisinya di peta industri cokelat dunia.

Produk perkebunan Bumi Batiwakkal ini secara resmi telah masuk dalam rantai pasok produsen cokelat premium asal Prancis, Valrhona, yang dikenal hanya menggunakan bahan baku dengan standar kualitas tertinggi.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyatakan bahwa saat ini cokelat Berau berada pada rating tertinggi sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Karakter rasa yang khas dan konsistensi kualitas bijinya menjadi alasan utama industri global, termasuk pasar Eropa, sangat meminati komoditas ini.

Baca juga  KKP Segel Resort tak Berizin di Maratua

“Alhamdulillah, sampai saat ini cokelat Berau masih di rating tertinggi. Kualitas kita sudah diakui oleh Valrhona di Prancis, ini adalah peluang besar bagi daerah,” ungkap Bupati Sri, Selasa (7/4/26).

Tembus Pasar Prancis hingga Belanda

Prestasi internasional ini dibuktikan dengan pengiriman 10 ton biji kakao ke Valrhona, Prancis, baru-baru ini.

Tak berhenti di situ, dalam pameran internasional di Amsterdam, Belanda, kakao Berau juga berhasil mengamankan kesepakatan kerja sama dengan komitmen pasokan mencapai 50 ton per tahun.

Baca juga  Perayaan Imlek 2026 di Balikpapan Kondusif, Brimob Polda Kaltim Amankan Vihara Buddha Manggala

Tingginya minat ini bukan tanpa alasan. Valrhona dan industri cokelat di Amsterdam merupakan pemain besar dalam kategori cokelat mewah.

Pengakuan mereka menjadi sertifikasi tak tertulis bahwa kakao Berau memiliki profil rasa unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Selain pasar Eropa, permintaan masif juga datang dari Asia dan negara-negara lain. Tercatat, Jepang meminta pasokan hingga 500 ton per tahun, disusul Swiss yang mencapai 50 ton per tahun.

Sinergi Menjaga Keberlanjutan

Guna menjaga kepercayaan pasar premium tersebut, Bupati Sri mendorong sinergi lintas sektor, termasuk peran eksportir profesional seperti PT KHASS untuk memastikan kualitas tetap terjaga dari hulu ke hilir.

Baca juga  Kejar Rp 450 Miliar, Bapenda Berau Akui Pengelolaan Kekayaan Daerah Belum Maksimal

“Cokelat Berau sudah diakui tinggi peminat. Kami terus mendorong agar standar fermentasi dan teknik pengeringan petani ditingkatkan agar tetap sesuai dengan standar industri cokelat dunia,” tambahnya.

Ke depan, Pemkab Berau berencana melakukan hilirisasi melalui pengembangan agrowisata kakao.

Langkah ini bertujuan agar nilai tambah kakao tidak hanya berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi juga memberikan pengalaman edukasi bagi wisatawan sekaligus mempromosikan produk olahan lokal ke kancah global.(*/Andrikni/NT)

Bagikan:
Berita Terkait