NUSANTARA TERKINI — Fenomena kelangkaan akomodasi yang sempat menjadi buah bibir pada libur Lebaran lalu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Berau.
Lonjakan kunjungan wisatawan yang di luar prediksi tersebut memicu evaluasi mendalam terkait kesiapan sarana dan prasarana di berbagai destinasi unggulan Bumi Batiwakkal.
Guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, Pemkab Berau berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengakui, situasi krisis penginapan bagi para pelancong tersebut merupakan kejadian yang belum pernah dialami sebelumnya.
Ia menengarai salah satu faktor penyebab utamanya adalah langkah antisipasi yang kurang maksimal dalam menghadapi gelombang wisatawan yang masif.
Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor akan segera ditingkatkan untuk menyusun strategi mitigasi yang lebih matang dan terukur.
Said menekankan pentingnya komunikasi intensif antara dinas-dinas teknis untuk membangun ekosistem pariwisata yang lebih tangguh.
Instansi strategis seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga BPBD diminta untuk duduk bersama menyiapkan kolaborasi jauh sebelum musim liburan tiba.
Persiapan dini dinilai krusial agar seluruh instrumen pendukung pariwisata dapat berfungsi optimal saat terjadi lonjakan pengunjung.
Said meyakini, dengan perencanaan yang matang, kendala teknis seperti keterbatasan transportasi maupun penginapan dapat diminimalisasi secara signifikan.
“Nanti dengan dinas-dinas terkait insya Allah kita akan lakukan komunikasi lagi, bagaimana kolaborasinya, karena tentu segala hal itu harus dipersiapkan,” ungkap Said, Senin (30/3/2026).
Di sisi lain, Said mengaku tetap bersyukur atas tingginya minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang memilih Berau sebagai tujuan berlibur.
Fenomena ini menjadi bukti nyata daya tarik wisata Berau semakin dikenal luas di kancah global.
Namun, popularitas ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan dari para pelaku usaha di sektor pariwisata, terutama pemilik penginapan dan fasilitas pendukung lainnya.
Ke depannya, Pemkab Berau berencana membangun jembatan komunikasi yang lebih efektif dengan para pemilik resort dan pengelola sarana prasarana di lokasi wisata.
Langkah ini bertujuan agar para pelaku usaha tidak hanya fokus pada profit semata, tetapi juga memiliki standar pelayanan yang lebih manusiawi dan peduli terhadap kenyamanan tamu.
Said menegaskan, kenyamanan wisatawan adalah kunci utama untuk menjaga citra positif pariwisata Berau di mata dunia.
“Untuk ke depan memang perlu kita komunikasikan lagi terutama dengan pengelola-pengelola resort, pengelola sarana dan prasarana di sana,” pungkasnya. (Adv)





