12 Tahun Mahulu Berdiri, DPRD Sebut 40 Kilometer Jalan ke Mahulu Masih Ekstrem

diterbitkan: Kamis, 16 April 2026 08:05 WITA
Jalan Mahulu
Kondisi jalan penghubung Kutai Barat-Mahakm Ulu yang masih ekstrem hingga saat ini. (Foto: Istimewa)

NUSANTARA TERKINI — Dua belas tahun sudah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) berdiri sebagai daerah otonom, namun akses jalan darat yang menghubungkannya dengan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) masih jauh dari kata layak.

Hingga kini, sekitar 40 kilometer ruas jalan poros tersebut dilaporkan masih dalam kondisi ekstrem dan belum tersentuh penanganan optimal.

Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran, menyatakan bahwa persoalan infrastruktur ini masih menjadi penghambat utama kemajuan daerah perbatasan tersebut.

Kondisi jalan yang berlumpur dan rusak parah masih menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi masyarakat.

Baca juga  Resmi Beroperasi, Segini Harga Tiket dan Jadwal Speedboat Rute Tarakan-Berau

“Sudah 12 tahun Mahulu berdiri, tetapi akses jalan penghubung ke Kubar masih sangat ekstrem. Padahal ini adalah nadi utama distribusi kami,” ujar Devung Paran, belum lama ini.

Taruhan Nyawa dan Kelangkaan Logistik

Buruknya infrastruktur ini berdampak sistemik terhadap kehidupan warga, terutama di wilayah hulu seperti Kecamatan Long Apari.

Saat musim kemarau atau cuaca buruk, distribusi logistik sering terhenti total yang memicu kelangkaan kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kondisi ini tidak hanya memukul ekonomi, tetapi juga mengancam nyawa. Layanan kesehatan rujukan pasien menuju ibu kota kabupaten maupun rumah sakit sering terkendala jalur yang sulit ditembus, sehingga waktu tempuh menjadi sangat lama dalam situasi darurat.

Baca juga  Dapil di Pemilu Berau 2029 Diproyeksi Bertambah, Begini Komposisinya

“Dampaknya sangat besar, sering terjadi kelangkaan sembako dan BBM. Bahkan untuk rujukan pasien pun terhambat karena kondisi jalan ini,” tegasnya.

Lobi ke Jakarta: Desak Anggaran Pusat

Menyadari keterbatasan anggaran daerah, Devung Paran tidak tinggal diam. Ia mengaku telah melakukan kunjungan kerja ke Jakarta untuk melobi langsung anggota DPR RI Komisi V.

Aspirasi pembangunan ruas jalan dari Long Bagun, Long Pahangai, hingga Long Apari terus disuarakan agar mendapat intervensi anggaran dari APBN.

Baca juga  Kado Lebaran Paling Indah, 56 Napi Pulang ke Rumah Usai Terima Remisi Bebas

Di sisi lain, DPRD Mahulu juga terus menagih janji Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan rencana yang disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, terdapat target pembangunan jalan sepanjang 27 kilometer yang akan dilanjutkan dengan 13 kilometer pada tahun berikutnya.

“Harapannya 2027 jalan sudah mulus. Kami sangat berharap adanya intervensi serius dari pemerintah provinsi maupun pusat. Jika akses ini terhubung dengan baik, kesejahteraan masyarakat Mahulu akan meningkat signifikan,” pungkas Devung.(*/Rusdiono/NT)

Bagikan:
Berita Terkait