IHSG Lagi “Kebakaran”, Menkeu Purbaya Tetap Kalem Bidik Level 10.000

diterbitkan: Jumat, 24 April 2026 11:00 WITA
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Beritasatu.com)

NUSANTARA TERKINI – Di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang “merah membara”, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan sikap tenang.

Ia menegaskan tetap optimistis bahwa indeks tetap berpeluang menembus level psikologis 10.000 pada tahun ini, meski saat ini pasar sedang dihantam tekanan hebat.

Berdasarkan data perdagangan Jumat (24/4/2026) sore, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 249,12 poin atau anjlok 3,38% ke level 7.129,49.

Seluruh sektor pun terpantau terjerembab di zona negatif, terutama sektor barang konsumen nonprimer dan infrastruktur.

Menanggapi “kebakaran” di pasar modal tersebut, Menkeu Purbaya menilai pelemahan ini lebih didominasi oleh sentimen negatif global, bukan karena keroposnya pondasi ekonomi domestik.

Baca juga  Jokowi ke NTT, Kunjungi Pasar dan Pamit

“Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (ekonomi), bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan menyesuaikan secara otomatis ke fundamental ekonominya,” ujar Purbaya dengan santai kepada wartawan di Jakarta, Jumat sore.

Fokus pada Fundamental Ekonomi

Keyakinan Menkeu didasari pada performa ekonomi nasional yang dinilai masih cukup solid untuk menahan guncangan eksternal.

Purbaya menegaskan bahwa selama fundamental ekonomi terjaga, koreksi yang terjadi di pasar saham hanyalah dinamika jangka pendek yang akan kembali menguat seiring waktu.

Baca juga  Memilih Setia di Tengah Ujian, Kisah Haru Perempuan yang Menikahi Kekasihnya di Lapas

Namun, pasar memang sedang tidak dalam kondisi ideal. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut ada kekhawatiran besar terkait pasokan energi global serta penantian kebijakan suku bunga The Fed (FOMC Meeting) pekan depan.

Tantangan dari Sektor Perbankan

Selain faktor global, pasar domestik juga mendapat sentimen pemberat dari keputusan Fitch Ratings. Lembaga pemeringkat internasional tersebut menurunkan outlook kredit empat bank raksasa Indonesia (BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI) dari stabil menjadi negatif. Hal ini turut menyeret indeks LQ45 turun sebesar 3,51%.

Baca juga  BI Balikpapan Siapkan Uang Kartal 1,8 Triliun, Naik 13% Dari Tahun Lalu

Meski banyak “kerikil” di pasar modal, pemerintah terus mengambil langkah taktis untuk mengamankan stabilitas ekonomi, salah satunya dengan mengamankan pasokan 150 juta barel minyak mentah guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah konflik Timur Tengah.

Sikap kalem Menkeu Purbaya ini menjadi sinyal bagi para pelaku pasar bahwa pemerintah lebih memilih fokus memperkuat “benteng” ekonomi riil agar pasar saham bisa kembali rebound menuju target level 10.000 yang dicanangkan.(Fawdi/NT)

Bagikan:
Berita Terkait